SOLO,iNewsSragen.id — Ketua FBM BRM Kusumo Putro menilai slogan "Kota Seni dan Budaya" belum didukung infrastruktur kebudayaan yang memadai di Solo.
Kusumo membongkar ironi besar yang terjadi di Solo, di mana hingga saat ini sama sekali tidak memiliki sebuah Gedung Kesenian dan Kebudayaan yang layak dan representatif bagi para senimannya.
"Sangat miris rasanya ketika Kota Solo yang mempunyai slogan Kota Seni dan Budaya, pada kenyatannya Kota Solo ini tidak punya gedung kesenian dan gedung kebudayaan. Berganti-ganti Wali Kota tidak pernah berpikir untuk mendirikan gedung kesenian dan kebudayaan," katanya, Minggu (5/7/2026).
Kusumo yang juga Ketua Dewan Pemerhati dan Penyelamat Seni Budaya Indonesia (DPPSBI) itu, juga menyoroti bungkamnya para wakil rakyat di DPRD Solo dimana selama hampir empat tahun aspirasi ini disuarakan secara konsisten, belum terlihat hasilnya.
"Para wakil rakyat juga seakan-akan diam. Mereka seakan-akan tidak tahu atau memang pura-pura bodoh. Sehingga, lama-kelamaan roh budaya dan roh seni di Kota Solo lama-kelamaan akan luntur atau akan hilang. Ini ancaman krisis identitas daerah," tegas Kusumo.
Editor : Joko Piroso
Artikel Terkait
