Selain stunting, Plt Bupati juga mengingatkan tantangan lonjakan kasus penyakit tidak menular (PTM) dan penyakit kritis yang kian meningkat saban tahun serta membutuhkan biaya tinggi.
Ia berharap RSU Asa Bunda dapat mengintegrasikan akses layanan kesehatan yang inklusif dan terjangkau melalui Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Owner RSU Asa Bunda, dr. Ayat Ari Santiko, Sp.OG, menjelaskan bahwa pemilihan lokasi di Kecamatan Baki didasari oleh pertimbangan kemudahan aksesibilitas bagi masyarakat dari berbagai daerah penyangga.
"Kami mendirikan rumah sakit ini di daerah Baki karena memang aksesnya paling dekat bagi masyarakat dari Klaten, Gentan, Gawok, hingga Sawit yang ingin mengakses layanan kesehatan ke arah Sukoharjo," paparnya.
Ia menjelaskan bahwa RSU Asa Bunda beroperasi sebagai Rumah Sakit Umum Tipe D dengan kapasitas awal 50 tempat tidur (bed) rawat inap.
Editor : Joko Piroso
Artikel Terkait
