Jenazah Pasien Obesitas Seberat Hampir 300 Kg di Sragen Dimakamkan dengan Vertical Rescue

Joko Piroso
Tim gabungan dari BPBD, Damkar, PMI, dan relawan menurunkan jenazah pasien obesitas asal Sragen ke liang lahat menggunakan teknik vertical rescue di TPU Mbah Balak, Plumbungan, Karangmalang, Selasa (4/8/2026).Foto:iNews/Joko P

SRAGEN, iNewsSragen.id - Sebanyak 35 personel gabungan memakamkan pasien obesitas asal Sragen dengan teknik vertical rescue, Selasa (4/8/2026) sore. 

Jenazah Isnani (39), yang sebelumnya meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif di RSUD dr. Soehadi Prijonegoro (RSSP) Sragen, dimakamkan sekitar pukul 17.23 WIB. Proses penurunan jenazah ke liang lahat dilakukan menggunakan peralatan khusus dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan petugas.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sragen, Triyono Putro, mengatakan tim gabungan yang terlibat berasal dari BPBD, Damkar, PMI, relawan Sukapura Sragen, serta unsur relawan lainnya.

"Tim gabungan yang kami kerahkan sekitar lebih dari 35 personel. Mereka membantu proses pemakaman menggunakan teknik vertical rescue, dan alhamdulillah seluruh rangkaian berjalan dengan baik," ujar Triyono di lokasi pemakaman.

Menurutnya, BPBD menerima permintaan bantuan dari pihak keluarga dan masyarakat mengingat kondisi jenazah membutuhkan penanganan khusus.

Persiapan pemakaman memakan waktu sekitar dua jam, meliputi penyiapan peralatan, pengaturan sistem vertical rescue, hingga kesiapan liang lahat.

"Persiapan sekitar dua jam, mulai dari setting peralatan hingga seluruh kebutuhan di lokasi. Setelah semuanya siap, proses pemakaman dapat dilaksanakan dengan lancar," katanya.

Sementara itu, proses penurunan jenazah ke liang lahat berlangsung sekitar 20 menit. Triyono memastikan seluruh personel yang menangani teknik vertical rescue merupakan petugas yang telah memiliki kompetensi dan sertifikasi.

"Alhamdulillah tidak ada kendala. Personel yang menangani teknik vertical rescue merupakan petugas yang telah memiliki sertifikasi sehingga pelaksanaan dilakukan sesuai prosedur keselamatan," jelasnya.

Ia menambahkan, pemakaman dengan metode tersebut merupakan yang pertama kali dilakukan di Kabupaten Sragen.

Priyanto salah satu keluarga menyampaikan bahwa almarhumah telah mengalami sesak napas selama beberapa hari sebelum akhirnya dirujuk ke rumah sakit pada Senin (3/8/2026). Setelah sempat menjalani penanganan di Instalasi Gawat Darurat (IGD), kondisi pasien menurun sehingga dirawat di ruang Intensive Care Unit (ICU).

Namun, meski telah mendapatkan perawatan intensif, pasien dinyatakan meninggal dunia pada Selasa siang.

Prosesi pemakaman berlangsung dengan disaksikan keluarga, warga sekitar, serta tim gabungan yang sejak awal membantu proses evakuasi hingga pemakaman.

Editor : Joko Piroso

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network