Human Error Masih Dominan
Tommy menjelaskan, sebagian besar kebakaran dipicu oleh kelalaian manusia (human error), baik pada kebakaran rumah maupun lahan.
Menurutnya, sejumlah kasus dipicu aktivitas sehari-hari yang kurang memperhatikan aspek keselamatan.
"Rata-rata penyebabnya human error. Misalnya obat nyamuk bakar yang ditinggal hingga mengenai kasur, memasak yang ditinggalkan, atau membakar sampah tanpa pengawasan dan tanpa dilokalisir," jelasnya.
Selain itu, instalasi listrik yang tidak aman juga menjadi salah satu pemicu utama kebakaran permukiman. Penggunaan stopkontak bertumpuk atau sambungan listrik yang berlebihan berpotensi menyebabkan panas berlebih hingga memicu korsleting.
Perkuat Sinergi Hadapi Musim Kemarau
Menghadapi tingginya potensi kebakaran selama musim kemarau, Pemerintah Kabupaten Sragen bersama BPBD, Polres Sragen, Kodim 0725/Sragen, serta berbagai unsur terkait terus memperkuat koordinasi dan kesiapsiagaan.
"Musim kemarau ini perlu ditingkatkan kolaborasi, koordinasi, dan sinkronisasi antara BPBD, Damkar, Polres, Kodim, serta para relawan agar penanganan kebakaran semakin cepat dan efektif," kata Tommy.
Editor : Joko Piroso
Artikel Terkait
