Demo Mahasiswa di Tugu Kartasura, Desak Evaluasi MBG dan Pengendalian Harga BBM

Nanang SN
Demo aliansi BEM Solo Raya di bundaran Tugu Kartasura, Sukoharjo. (Foto:iNews/ Nanang SN).

SUKOHARJO,iNewsSragen.idRatusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi BEM Solo Raya menggelar aksi demo di Bundaran Tugu Kartasura, Sukoharjo, Senin (23/8/2026) sore.

Mereka menyuarakan sejumlah tuntutan, mulai dari pengesahan RUU Perampasan Aset hingga evaluasi kebijakan pemerintah.

Aksi berlangsung sekitar pukul 16.45 WIB hingga 18.18 WIB dan mendapat pengawalan aparat Polres Sukoharjo. Mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Solo Raya turun ke jalan membawa kritik terhadap kondisi pemerintahan dan kebijakan yang dinilai belum sepenuhnya berpihak kepada masyarakat.

Koordinator Aliansi BEM Solo Raya sekaligus mahasiswa Universitas Slamet Riyadi (Unisri), Dimas Muhammad Faja, mengatakan aksi turun ke jalan menjadi bentuk keprihatinan mahasiswa terhadap kondisi bangsa pada momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Menurut Dimas, kemerdekaan belum sepenuhnya dirasakan masyarakat apabila masih terjadi ketidakadilan dan persoalan dalam tata kelola pemerintahan.

“Melihat ketidakadilan dan kebobrokan pemerintah saat ini, rasa-rasanya di momentum kemerdekaan ini bangsa kita belum mencapai apa yang menjadi cita-citanya,” ujar Dimas.

Mahasiswa dari UNS, UMS, Univet, Polinus, ISI, UTP dan sejumlah kampus lain se-Solo Raya mendesak pemerintah dan DPR segera mengesahkan RUU Perampasan Aset. Desakan itu mereka kaitkan dengan maraknya kasus korupsi dan sejumlah operasi tangkap tangan terhadap pejabat di Jawa Tengah.

Selain itu, mahasiswa meminta pemerintah mengevaluasi secara menyeluruh sejumlah program strategis, termasuk MBG dan Kopdes. Mereka menilai pelaksanaan program tersebut perlu dikaji kembali agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

Aliansi BEM Solo Raya juga menuntut pemerataan pembangunan infrastruktur pendidikan dan kesehatan, terutama di wilayah tertinggal, terdepan dan terluar (3T). Pemerintah didesak memprioritaskan anggaran untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.

Persoalan harga energi dan kebutuhan pokok turut menjadi sorotan. Mahasiswa menolak kenaikan harga BBM, termasuk Pertamax, serta menyoroti persoalan distribusi Pertalite yang dinilai berpengaruh terhadap kenaikan harga kebutuhan pokok dan tekanan ekonomi masyarakat.

Dimas menegaskan aksi tersebut tidak berhenti pada satu momentum. Aliansi BEM Solo Raya menyatakan akan melanjutkan gelombang aksi apabila pemerintah belum memberikan respons konkret terhadap tuntutan mahasiswa.

“Kami akan terus mengawal dan menyuarakan tuntutan ini sampai ada respons konkret dari pemerintah,” tegasnya.

Editor : Joko Piroso

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network