BLORA, iNewsSragen.id - Sebanyak 136 siswa dan seorang guru SMAN 1 Tunjungan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, diduga mengalami keracunan setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG).
Para siswa mengalami sejumlah keluhan kesehatan, di antaranya mual, pusing, hingga diare. Keluhan tersebut muncul secara massal sejak Senin (7/9/2026) malam hingga Selasa (8/9/2026) pagi.
Dari jumlah tersebut, enam siswa harus mendapatkan penanganan medis lebih lanjut di klinik kesehatan. Mereka dievakuasi menggunakan ambulans dan mobil polisi.
Sementara siswa lainnya menjalani pemeriksaan dan mendapatkan penanganan dari tim medis yang datang ke SMAN 1 Tunjungan. Pemeriksaan dilakukan di aula sekolah.
Kepala SMAN 1 Tunjungan, Yuni Ni'wa, mengatakan pihak sekolah mendata sebanyak 136 siswa dan seorang guru mengalami keluhan kesehatan.
Menurutnya, keluhan tersebut diduga berkaitan dengan menu MBG yang dikonsumsi para siswa pada Senin. Namun, gejala tidak langsung muncul setelah makanan disantap.
"Kami mendata ada 136 siswa dan satu guru yang mengalami keluhan. Untuk enam siswa kondisinya perlu mendapat penanganan lebih lanjut di klinik," ujar Yuni, Selasa (8/9/2026).
Salah seorang siswa, Silvia Eka, mengatakan keluhan mulai dirasakan pada Senin malam.
"Mual dan diare mulai Senin malam hingga Selasa pagi," ungkap Silvia saat menjalani pemeriksaan.
Selain siswa yang tetap masuk sekolah dan mendapatkan pemeriksaan, terdapat pula tiga siswa yang tidak masuk sekolah karena mengalami diare.
Menu MBG yang dibagikan kepada siswa pada Senin terdiri atas ayam goreng, tempe, sayur sop brokoli, dan buah.
Hingga Selasa, penyebab munculnya keluhan kesehatan tersebut belum dapat dipastikan. Dugaan keracunan yang berkaitan dengan makanan MBG masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.
Pemeriksaan sampel makanan menjadi salah satu langkah penting untuk memastikan apakah keluhan yang dialami siswa dan guru berkaitan dengan makanan yang dikonsumsi atau disebabkan faktor lain.
Sebagai langkah antisipasi, pihak sekolah menyebut tidak menerima distribusi MBG pada Selasa (8/9/2026).
Sekolah bersama pihak terkait juga terus memantau kondisi siswa untuk memastikan mereka mendapatkan penanganan apabila mengalami keluhan kesehatan serupa.
Dengan munculnya keluhan secara massal, pemeriksaan terhadap kondisi siswa serta penelusuran terhadap makanan yang dikonsumsi diperlukan untuk mengetahui penyebab secara pasti.
Editor : Joko Piroso
Artikel Terkait
