MAGETAN, iNewsSragen.id – Kakek 71 tahun di Magetan, Miran, tewas setelah terjatuh ke dalam sumur sedalam sekitar 20 meter saat hendak menyelamatkan ayam.
Peristiwa nahas tersebut terjadi ketika korban hendak mengambil seekor ayam yang kabur dan masuk ke dalam sumur. Ayam tersebut rencananya akan disembelih untuk keperluan acara hajatan keluarga.
Kepala Desa Sobontoro, Jumino, mengatakan peristiwa bermula ketika Miran bersama cucunya hendak menyembelih ayam di rumahnya.
Namun, ayam tersebut tiba-tiba kabur dan masuk ke dalam sumur milik korban.
Melihat ayamnya masuk ke dalam sumur, korban berinisiatif mengambilnya. Saat berusaha mengambil ayam tersebut, korban diduga terpeleset dan terjatuh hingga ke dasar sumur.
Warga yang mengetahui kejadian tersebut kemudian melaporkannya kepada pihak berwenang dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Magetan untuk mendapatkan pertolongan.
Petugas BPBD bersama unsur terkait langsung melakukan proses evakuasi. Kondisi sumur yang cukup dalam dan memiliki diameter sempit membuat proses penyelamatan harus dilakukan dengan ekstra hati-hati.
Petugas BPBD Magetan, Nino Pratikta, mengatakan proses evakuasi berlangsung sekitar dua jam.
Kedalaman sumur yang mencapai sekitar 20 meter serta kondisi ruang yang sempit menjadi tantangan bagi petugas saat mengevakuasi korban.
Proses evakuasi turut disaksikan keluarga korban. Tangis dan histeris keluarga pecah ketika petugas berupaya mengeluarkan korban dari dasar sumur.
Setelah sekitar dua jam, jasad Miran akhirnya berhasil dievakuasi dari dalam sumur.
Petugas kemudian melakukan proses identifikasi terhadap korban. Kepolisian dari Polsek Karas juga melakukan pemeriksaan dan visum luar.
Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut, kepolisian memastikan korban meninggal akibat kecelakaan. Tidak ditemukan indikasi lain terkait kematian korban.
Jasad korban selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
Peristiwa tersebut menjadi pengingat agar masyarakat lebih berhati-hati ketika berada di sekitar sumur, terutama yang memiliki kedalaman cukup tinggi dan akses sempit.
Editor : Joko Piroso
Artikel Terkait
