Jogging Subuh Berujung Maut, Petani 65 Tahun di Sragen Tewas Ditikam Tetangga

Joko Piroso
Petugas mengevakuasi korban penikaman di Dukuh Masaran, Desa Masaran, Kecamatan Masaran, Sragen.Foto: iNews/Joko P

SRAGEN, iNewsSragen.id — Kegiatan jogging subuh seorang petani di Sragen berakhir tragis setelah Ngadiman, 65, diduga diserang tetangganya dengan senjata tajam hingga tewas.

Suasana subuh di Dukuh Masaran RT 31, Desa Masaran, Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen, mendadak gempar setelah terjadi aksi kekerasan yang menyebabkan seorang warga meninggal dunia.

Korban, Ngadiman, 65, seorang petani, dilaporkan tewas setelah diduga diserang menggunakan senjata tajam oleh tetangganya berinisial S, 35.

Peristiwa tersebut terjadi ketika korban tengah menjalankan aktivitas rutin olahraga pagi dengan jogging di sekitar lingkungan tempat tinggalnya.

Berdasarkan informasi awal, korban melintas di depan rumah terduga pelaku. Saat berada di lokasi tersebut, terjadi interaksi antara korban dan pelaku yang kemudian berujung pada dugaan penyerangan menggunakan senjata tajam.

Korban mengalami luka dan akhirnya tersungkur. Nyawanya tidak tertolong akibat kejadian tersebut.

Peristiwa itu kemudian dilaporkan kepada pihak kepolisian. Petugas segera mendatangi lokasi untuk melakukan penanganan dan mengamankan tempat kejadian perkara.

Kapolres Sragen melalui Kapolsek Masaran AKP Priyatno membenarkan adanya perkara kekerasan yang mengakibatkan korban meninggal dunia.

“Korban sudah dievakuasi dan langsung dirujuk ke RSUD Dr. Moewardi Solo untuk menjalani proses autopsi guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut,” kata AKP Priyatno, Minggu (13/9/2026).

Autopsi dilakukan untuk membantu kepolisian mendapatkan informasi medis yang diperlukan dalam proses penyidikan, termasuk terkait luka yang dialami korban.

Sementara itu, polisi masih melakukan pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang mengetahui kejadian tersebut. Sejumlah saksi dimintai keterangan untuk mengungkap rangkaian peristiwa secara utuh.

Dugaan sementara, aksi kekerasan tersebut berkaitan dengan persoalan lama mengenai pembagian air untuk pengairan sawah di wilayah setempat. Namun, kepolisian masih mendalami informasi tersebut untuk memastikan motif sebenarnya.

Polisi juga masih memeriksa terduga pelaku guna memperoleh keterangan mengenai latar belakang dan kronologi kejadian.

Kapolsek Masaran menegaskan proses penyelidikan dan penyidikan masih berlangsung. Keterangan saksi, pemeriksaan terduga pelaku, serta hasil autopsi akan menjadi bagian dari proses pengungkapan perkara.

Hingga kini, polisi belum menyimpulkan secara final motif penyerangan tersebut. Penyidik masih mengumpulkan alat bukti dan keterangan yang diperlukan sebelum menentukan proses hukum selanjutnya.

Kasus tersebut kini ditangani jajaran Reskrim Polsek Masaran bersama Satreskrim Polres Sragen.

Editor : Joko Piroso

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network