Kondisi taman yang cukup luas dan memiliki sejumlah area rimbun membuat beberapa titik sulit dipantau. Salah satunya kawasan di sekitar pintu samping yang dinilai membutuhkan pengawasan lebih intensif.
Nugroho menjelaskan, aktivitas masyarakat di bagian depan taman relatif lebih mudah dipantau karena sering digunakan warga untuk kegiatan seperti memancing dan aktivitas anak-anak.
Sementara itu, sejumlah bagian di belakang taman yang berdekatan dengan akses jalan dan area warung dinilai memiliki tingkat pengawasan lebih rendah.
Selain persoalan petugas, Taman Edupark Gemolong saat ini juga belum dilengkapi kamera pengawas atau CCTV di seluruh area. Kondisi tersebut menjadi salah satu kendala dalam memantau aktivitas pengunjung.
Pihak Kecamatan Gemolong bersama paguyuban masyarakat setempat kini berupaya mengidentifikasi pasangan yang terlihat dalam video viral tersebut. Identitas mereka belum disampaikan kepada publik.
Untuk mencegah kejadian serupa, Kecamatan Gemolong mendorong peningkatan pengawasan di kawasan taman. Salah satu langkah yang diusulkan adalah pemasangan papan informasi atau banner yang mengingatkan pengunjung agar menjaga ketertiban dan menggunakan fasilitas taman untuk kegiatan positif.
Kecamatan juga membuka peluang kolaborasi dengan Dinas Perkim serta Pokmas/Paguyuban Masyarakat Gemolong Asri dalam pengawasan kawasan taman.
Editor : Joko Piroso
Artikel Terkait
