SRAGEN, iNewsSragen.id — P3A Masaran memberikan klarifikasi terkait kasus tewasnya Sadimin (68) yang dikaitkan dengan perselisihan pengairan sawah di Kecamatan Masaran, Sragen.
P3A memastikan tata kelola dan distribusi air irigasi di wilayah Masaran selama ini berjalan normal. Tidak ada laporan mengenai konflik antarpetani yang diterima pengurus P3A sebelum peristiwa tersebut.
Ketua P3A Kecamatan Masaran Purwito mengatakan, kondisi tersebut berdasarkan hasil pemantauan rutin serta laporan dari petugas lapangan yang bertanggung jawab di setiap blok persawahan.
"Dari hasil pantauan saya serta laporan dari tiap-tiap petugas lapangan di wilayah atau blok masing-masing, sampai saat ini tidak ada masalah. Saya juga tidak mendapat laporan atau mendengar dari petugas yang ada di wilayah terkait adanya perselisihan tersebut," ujar Purwito saat dikonfirmasi, Selasa (15/9/2026).
Menurut Purwito, sistem pembagian air di setiap blok telah diatur melalui petugas lapangan. Mereka bertugas mengatur distribusi air secara bergantian kepada lahan pertanian sesuai kondisi dan kebutuhan.
Pengaturan tersebut, kata dia, menjadi salah satu upaya untuk meminimalkan potensi gesekan di antara para petani pengguna air.
Namun, Purwito mengakui debit air mengalami penurunan seiring berlangsungnya musim kemarau. Meski demikian, berdasarkan pemantauan P3A, kondisi pasokan air untuk lahan pertanian di wilayah Masaran masih dalam batas yang dinilai aman.
"Kalau debit air memang berkurang karena ini musim kemarau, tapi statusnya masih aman," jelasnya.
Terkait imbauan Polres Sragen agar mitigasi potensi konflik akibat persoalan pengairan ditingkatkan, P3A Masaran menyatakan siap memperkuat pengawasan di lapangan.
Koordinasi dengan petugas pembagi air di masing-masing blok akan lebih diintensifkan. P3A juga meminta petugas lebih berhati-hati dalam mengatur distribusi air, khususnya selama musim kemarau ketika debit air menurun.
"Sebenarnya kalau antisipasi masalah air sudah kita sampaikan sejak dini. Agar hal serupa tidak terulang lagi, saya berkoordinasi dengan petugas lapangan di masing-masing blok agar lebih bijak lagi dalam pengaturan air," kata Purwito.
Sebelumnya, Sadimin (68), warga Kecamatan Masaran, meninggal dunia setelah mengalami serangan menggunakan senjata tajam pada Minggu (13/9/2026) pagi.
Polisi telah mengamankan seorang pria berinisial S (35) yang diduga terlibat dalam perkara tersebut. Berdasarkan keterangan awal kepolisian, perkara tersebut diduga bermula dari perselisihan terkait pengalihan aliran air irigasi sehari sebelum kejadian.
Polres Sragen masih melakukan pendalaman terhadap rangkaian peristiwa tersebut, termasuk mencocokkan keterangan saksi, barang bukti, serta hasil pemeriksaan medis dan forensik.
Kasus tersebut kini ditangani Satreskrim Polres Sragen. S telah ditahan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
Di sisi lain, P3A Masaran berharap pengaturan distribusi air selama musim kemarau dapat terus dilakukan melalui koordinasi antara petugas lapangan dan para petani.
Langkah tersebut dinilai penting agar persoalan teknis terkait pembagian air dapat diselesaikan melalui komunikasi dan mekanisme pengaturan yang telah tersedia.
Editor : Joko Piroso
Artikel Terkait
