Menurut Heru, S akhirnya bersedia mengikuti arahan keluarga. Kerabatnya membujuk S agar masuk ke ambulans untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
“Saat mediasi dan evakuasi semalam, wonge manut (orangnya penurut). Ketika diminta naik ke ambulans oleh kerabatnya, dia langsung menurut dan sadar,” jelas Heru.
Setelah proses evakuasi, S langsung dirujuk menggunakan ambulans menuju rumah sakit jiwa di Solo pada malam yang sama. Langkah tersebut dilakukan berdasarkan kesepakatan keluarga dan warga untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Heru mengatakan pemerintah desa sebelumnya juga telah membantu memfasilitasi penanganan S, termasuk berkoordinasi terkait bantuan dan perawatan medis.
Menurutnya, koordinasi tersebut diperlukan agar warga yang membutuhkan penanganan kesehatan jiwa dapat segera memperoleh layanan yang sesuai sekaligus menjaga keamanan lingkungan.
Pemerintah desa juga melibatkan keluarga dalam proses penanganan karena S tinggal bersama ibunya yang sudah lanjut usia.
Heru berharap penanganan medis lanjutan dapat membantu kondisi S sekaligus memberikan rasa aman bagi keluarga dan warga di sekitar tempat tinggalnya.
Peristiwa tersebut menjadi perhatian pemerintah desa untuk memperkuat koordinasi antara keluarga, tenaga kesehatan, aparat kewilayahan, dan masyarakat dalam menghadapi situasi serupa.
Editor : Joko Piroso
Artikel Terkait
