Sigit menyebut dirinya kemudian berusaha mengetahui warga yang merasa terganggu. Setelah berkomunikasi dengan sejumlah tetangga, ia mengaku mendapat informasi bahwa warga sekitar tidak mempermasalahkan kegiatan uji coba tersebut.
Ia juga menyayangkan teguran tersebut disampaikan ketika terdapat tamu dan pekerja di rumahnya.
Menurut Sigit, aktivitas pengecekan sound system tidak dilakukan setiap hari. Ia mengatakan uji coba dilakukan ketika terdapat perbaikan atau penggantian perangkat sebelum digunakan untuk keperluan hajatan.
“Kalau ada masalah kan bisa dibicarakan baik-baik, bukan datang langsung memaki di depan rumah,” ujarnya.
Perselisihan tersebut kemudian dibawa ke Pemerintah Desa Tanon untuk dimediasi. Sigit mengatakan proses mediasi telah melibatkan perangkat desa, termasuk kepala desa dan bayan.
Ia mengaku masih berharap persoalan tersebut dapat diselesaikan secara baik-baik. Namun, Sigit juga meminta pihak yang berselisih dengannya memberikan klarifikasi atau permintaan maaf atas perkataan yang menurutnya telah disampaikan.
Editor : Joko Piroso
Artikel Terkait
