1.500 Peserta Ramaikan Sragen Batik Heritage Fest 2026, Karnaval Penuh Kostum Batik

Joko Piroso
Peserta Sragen Batik Heritage Fest 2026 mengikuti karnaval budaya dari Jalan Urip Sumoharjo menuju SIKK Sragen, Sabtu (3/10/2026) sore.Foto: iNews/ JokoP

SRAGEN, iNewsSragen.id – Ribuan warga dari berbagai komunitas meramaikan karnaval budaya Sragen Batik Heritage Fest 2026 yang digelar di Kabupaten Sragen, Sabtu (3/10/2026) sore.

Sekitar 1.500 peserta berjalan kaki mengenakan beragam kostum bernuansa batik. Mereka menempuh rute sekitar 1,5 kilometer dari Jalan Urip Sumoharjo, kemudian melintasi Jalan Ahmad Yani hingga finis di Sentra Industri Kreatif dan Kerajinan (SIKK) Sragen.

Peserta karnaval berasal dari berbagai unsur, mulai dari pelajar, sanggar seni hingga komunitas dari sejumlah wilayah di Kabupaten Sragen.

Rombongan Paskibraka berada di barisan terdepan sebagai pembuka karnaval. Di belakangnya, peserta dari berbagai komunitas tampil dengan kostum dan pertunjukan yang mengangkat unsur budaya serta batik.

Peserta diberangkatkan Asisten II Sekretariat Daerah Sragen Tugiyono bersama Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskumindag) Sragen Cosmas Edwi Yunanto sekitar pukul 15.05 WIB.

Para peserta berjalan dengan tempo yang telah diatur sehingga jarak antarrombongan tetap terjaga.

Warga terlihat memadati sisi kanan dan kiri Jalan Ahmad Yani untuk menyaksikan karnaval. Sementara Bupati dan Wakil Bupati Sragen bersama rombongan tamu VIP menunggu peserta di area tenda di Taman Mangkubumi.

Setelah menempuh perjalanan sekitar 30 menit, masing-masing rombongan mendapat kesempatan menampilkan pertunjukan di hadapan Bupati Sragen dan jajaran pejabat.

Rombongan pertama berasal dari Sanggar Serambi Sukowati, kemudian Sanggar Sangir dari Krikilan, Kecamatan Kalijambe, disusul SMKN 1 Plupuh dan sejumlah pelajar SMP, SMA, serta SMK.

Berbagai komunitas seni juga ikut tampil. Salah satunya kelompok seni dari Desa Manyarejo, Kecamatan Plupuh, yang membawakan Tari Balung Buto.

Salah satu penampilan yang menarik perhatian berasal dari Suku Sangir Krikilan, Kecamatan Kalijambe. Sebanyak 15 anggota kelompok tersebut secara khusus mengikuti karnaval.

Koordinator Suku Sangir Krikilan, Putut Ari Wibowo (43), mengatakan kelompok tersebut berawal dari Kelompok Teater Sangir yang berdiri pada 2019.

Menurut Putut, kelompoknya rutin berdiskusi dan mengembangkan konsep pertunjukan dengan mengedepankan improvisasi.

“Suku Sangir ini berawal dari Kelompok Theater Sangir yang berdiri sejak 2019. Kami hampir setiap hari bertemu untuk berdiskusi. Dalam performance, kami lebih mengedepankan improvisasi,” kata Putut.

Ia mengatakan kelompok seni tersebut terus dikembangkan untuk mendukung Desa Wisata Krikilan. Dalam penampilannya, mereka juga memanfaatkan sejumlah potensi lokal sebagai bagian dari konsep kostum.

Salah satunya penggunaan arang batok yang diperoleh dari industri batok di wilayah Krikilan sebagai bagian dari riasan tubuh.

Putut mengatakan penggunaan bahan untuk kostum juga mengalami perubahan. Jika sebelumnya pernah menggunakan kulit asli, kini kelompok tersebut menggunakan bahan sintetis karena dinilai lebih praktis dan tidak mudah rusak.

“Dulu pernah pakai kulit beneran tetapi gampang rusak. Sekarang pakai kostum dengan bahan sintetis,” ujarnya.

Kehadiran berbagai komunitas dalam Sragen Batik Heritage Fest 2026 menjadi bagian dari rangkaian kegiatan budaya yang mempertemukan unsur batik, seni pertunjukan, pelajar, dan komunitas masyarakat dalam satu karnaval di pusat Kabupaten Sragen.

Editor : Joko Piroso

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network