Plafon Ruang Guru SDN 2 Cepoko Sragen Ambruk, Dua Guru Luka Ringan

Joko Piroso
Kondisi plafon ruang guru SDN 2 Cepoko, Sumberlawang, Sragen, yang ambruk dan merusak bagian bangunan sekolah, Rabu (7/10/2026). (Foto: iNews/ Joko P)

SRAGEN, iNewsSragen.id — Plafon ruang guru SD Negeri 2 Cepoko, Dukuh Jaten RT 21, Desa Cepoko, Kecamatan Sumberlawang, Sragen, ambruk pada Rabu (7/10/2026) sekitar pukul 09.30 WIB. Insiden tersebut terjadi saat jam istirahat dan menyebabkan dua guru terdampak material plafon.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, tanda-tanda kerusakan sudah terdengar sejak sekitar pukul 07.00 WIB. Saat itu, para guru mendengar suara retakan dari arah atap.

Para guru kemudian memindahkan sejumlah barang elektronik dan perabotan dari ruang kantor untuk mengantisipasi kemungkinan terjadi kerusakan lebih lanjut.

Namun sekitar pukul 09.15 WIB, ketika sejumlah guru kembali berada di ruang tersebut untuk beristirahat, plafon berukuran sekitar 8 x 7 meter mendadak ambruk.

Material plafon mengenai dua guru. Salah satunya, Fitri, dilaporkan mengalami syok dan kaget hingga hampir pingsan. Sementara guru lainnya, Intan, mengalami luka lecet ringan.

Kejadian tersebut kemudian dilaporkan oleh salah seorang guru SDN 2 Cepoko, Sri Ningsih.

Bangunan sekolah tersebut diketahui terakhir mendapat rehabilitasi pada 2020. Berdasarkan informasi awal, kerusakan diduga berkaitan dengan kondisi struktur bangunan dan pergerakan tanah. Namun, penyebab pasti masih menunggu pemeriksaan teknis.

Kerusakan plafon dan bagian dinding yang mengalami retak diperkirakan menimbulkan kerugian materiil sekitar Rp50 juta.

Petugas gabungan langsung mendatangi lokasi setelah kejadian. Mereka terdiri atas anggota Polsek Sumberlawang, Babinsa Desa Cepoko Koramil 17/Sumberlawang, Korwil Pendidikan Sumberlawang, serta perangkat desa.

Petugas melakukan penanganan awal sekaligus mengamankan area untuk mencegah warga maupun siswa memasuki bagian bangunan yang mengalami kerusakan.

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Sragen, Sukisno, membenarkan adanya kejadian tersebut.

Disdikbud langsung menerjunkan tim dari Bidang SD bersama tim ahli bangunan dari Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Sragen untuk memeriksa kondisi bangunan.

"Kami sudah menerjunkan tim dari Bidang SD Disdikbud bersama tim ahli bangunan dari Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Sragen untuk mengecek langsung kondisi di lapangan dan mengidentifikasi penyebab pasti ambrolnya plafon," ujar Sukisno saat dikonfirmasi, Rabu (7/10/2026).

Menurut Sukisno, pemeriksaan tidak hanya dilakukan pada bagian plafon yang ambruk. Tim juga akan mengevaluasi kelayakan dan keamanan struktur bangunan secara menyeluruh, termasuk kondisi rangka kuda-kuda atap.

"Tim akan menyimpulkan apakah ruangan tersebut masih aman atau membahayakan. Jika ada indikasi bagian kuda-kuda di atasnya membahayakan, maka ruangan akan dikosongkan sementara dan tidak boleh dipergunakan," tegasnya.

Untuk langkah perbaikan, Disdikbud masih menunggu hasil kajian teknis dari tim DPU dan Bidang SD. Hasil pemeriksaan tersebut akan menjadi dasar dalam menentukan penanganan berikutnya.

Sukisno juga mengimbau kepala sekolah dan pengelola fasilitas pendidikan di Kabupaten Sragen melakukan pemeriksaan serta pemeliharaan bangunan secara berkala.

Langkah tersebut dinilai penting untuk mengetahui lebih awal apabila terdapat kerusakan pada struktur bangunan sekolah yang berpotensi membahayakan guru maupun siswa.

Editor : Joko Piroso

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network