SRAGEN, iNewsSragen.id — Ambruknya plafon ruang guru SD Negeri 2 Cepoko, Kecamatan Sumberlawang, Sragen, mendapat sorotan DPRD Sragen. Dewan meminta pemerintah daerah mengevaluasi pendataan dan pemetaan kondisi sarana prasarana sekolah agar penanganan kerusakan dapat dilakukan berdasarkan kondisi faktual di lapangan.
Ketua Komisi IV DPRD Sragen Sugiyamto mengatakan kejadian kerusakan bangunan sekolah perlu menjadi bahan evaluasi. Menurut dia, pendataan kondisi sekolah harus dilakukan secara berkala sehingga bangunan yang membutuhkan penanganan dapat masuk dalam skala prioritas.
"Kejadian bangunan sekolah rusak atau roboh ini sudah terjadi beberapa kali. Ini menandakan ada yang perlu dievaluasi total. Data sekolah yang diprioritaskan untuk perbaikan itu harus benar-benar valid, jadi pejabat atau tim teknis harus rajin turun langsung ke lapangan," ujar Sugiyamto.
Ia menilai kondisi lapangan harus menjadi dasar dalam menentukan prioritas perbaikan. Dengan demikian, sekolah yang mengalami kerusakan dan berpotensi mengganggu keamanan siswa maupun tenaga pendidik dapat lebih cepat ditangani.
Soroti Keterbatasan Anggaran
Sugiyamto juga menyoroti keterbatasan anggaran perbaikan sarana pendidikan. Ia menyebut alokasi renovasi sekolah pada APBD Perubahan 2026 sekitar Rp4 miliar.
Menurutnya, jumlah tersebut masih perlu disesuaikan dengan kebutuhan perbaikan sekolah yang tersebar di berbagai wilayah Sragen.
Editor : Joko Piroso
Artikel Terkait
