Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Jokowi Ungkap Isi Pertemuan dengan Prabowo di Kertanegara, Bahas Sepak Bola hingga Politik
Advertisement . Scroll to see content

Waduh! 9,9 Juta Gen Z bakal Nganggur Tahun Depan, Ini Alasannya

Sabtu, 26 Oktober 2024 | 19:44 WIB
  • author Putu Aini Yasmin
Waduh! 9,9 Juta Gen Z bakal Nganggur Tahun Depan, Ini Alasannya
Iustrasi gen z bakal nganggur di tahun depan (foto: Freepik)

JAKARTA, iNewsSragen.id - Sebanyak 9,9 juta Gen Z diperkirakan akan menganggur tahun depan akibat ketidaksesuaian antara keterampilan yang dimiliki dan kebutuhan pasar kerja.

Menurut Dosen Universitas Paramadina, Tia Rahmania, sekitar 27 persen Gen Z akan memasuki angkatan kerja, namun banyak di antaranya yang berisiko menganggur.

“Banyak Gen Z yang mengalami stres kerja karena sulit menghargai proses, yang berujung pada ambisi dan ekspektasi yang tinggi,” ujar Tia dalam diskusi bertema ‘Gen-Z & Work Ethic Problem’ yang diadakan pada Jumat (25/10/2024).

Ia juga menjelaskan bahwa fenomena saat ini menunjukkan Gen Z kurang disiplin, terlalu menuntut, berorientasi pada hasil, mencari keseimbangan kerja-hidup, menolak lingkungan kerja yang toxic, serta cenderung menjadi pemilih dalam pekerjaan.

Ketika menjadi atasan, Gen Z cenderung memposisikan bawahan sebagai mitra, pentingnya manajemen keuangan, dan munculnya istilah seperti YOLO, FOMO, dan jam koma.

Di masa remaja atau awal dewasa, mereka sering merasa krisis identitas, sangat bergantung pada teman dekat, moody, serta merasa orang tua terlalu ikut campur dan terjebak dalam kompetisi yang ketat.

“Banyak yang mengadopsi istilah ATM, yang berarti amati, teliti, dan modifikasi,” tambahnya.

Ketua Program Studi Manajemen Universitas Paramadina, Adrian Wijanarko, menambahkan bahwa Gen Z menghadapi tekanan internal, terutama ketika orang tua mereka pensiun dan mereka harus memikirkan biaya kuliah adik-adik mereka.

“Setelah Covid-19, Gen Z merasa masa depan mereka suram akibat kecemasan ekonomi dan ketidakpastian global yang semakin memperburuk kondisi,” ungkap Adrian.

Ia menjelaskan bahwa dampak dari ketidakpastian ekonomi global menambah tekanan terkait ketersediaan lapangan kerja yang semakin sulit. Kesesuaian dengan atasan dan budaya kerja juga mempengaruhi keputusan mereka.

“Gen Z cenderung menginginkan pekerjaan jangka pendek dan kompensasi yang cepat setelah menyelesaikan proyek.

Oleh karena itu, pola pengupahan harus disesuaikan, termasuk pilihan benefit seperti tunjangan kendaraan dan komunikasi,” jelas Adrian.

Editor: Joko Piroso

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut