get app
inews
Aa Text
Read Next : Mabes Polri Ungkap Identitas Tujuh Polisi dalam Mobil Brimob yang Lindas Driver Ojol Hingga Tewas

Aksi Lilin di Sragen Batal, Solidaritas Ojol Tetap Doakan Affan di Warung Nasi Goreng

Sabtu, 30 Agustus 2025 | 00:35 WIB
header img
Komunitas ojek online di Sragen menggelar doa bersama dan penggalangan dana untuk mengenang Affan Kurniawan, acara dilakukan sederhana di sebuah warung nasi goreng, Jumat (29/8/2025) malam.Foto:iNews/Joko P

SRAGEN, iNewsSragen.id - Kematian pengemudi ojek daring (ojol), Affan Kurniawan, yang tewas setelah terlindas kendaraan taktis (rantis) Brimob Polda Metro Jaya saat aksi unjuk rasa di Jakarta, Kamis (28/8/2025), menimbulkan duka mendalam sekaligus gelombang solidaritas di berbagai daerah. Tidak hanya di Jakarta, aksi doa bersama juga dilakukan oleh komunitas ojol di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah.

Awalnya, komunitas ojol Sragen berencana menggelar aksi seribu lilin dan doa bersama di Alun-alun Sasono Langen Putro Sragen pada Jumat malam (29/8/2025), sekitar pukul 20.00 WIB. Rencana itu sudah tersebar luas dan sempat menarik perhatian masyarakat. Namun, kegiatan tersebut akhirnya dibatalkan setelah perwakilan ojol melakukan pertemuan dengan pihak kepolisian.

Meski demikian, semangat solidaritas tidak padam. Belasan pengemudi ojol tetap menggelar doa bersama, meski dengan skala lebih kecil dan lokasi berbeda. Acara tersebut dipindahkan ke salah satu warung nasi goreng di wilayah Kecamatan Karangmalang, Sragen. Dalam suasana sederhana, mereka berkumpul untuk mendoakan mendiang Affan, yang oleh rekan-rekannya disebut sebagai “pejuang keluarga”.

Koordinator komunitas Go-Jek Sragen, Cahyo Fajar, menyampaikan rasa duka yang mendalam atas peristiwa tragis tersebut.

“Kami sangat menyesali meninggalnya rekan ojol. Tidak tahu apakah ada unsur kesengajaan atau tidak, yang jelas kami semua beraktivitas di jalan untuk mencari nafkah. Ini sangat menimpa hati kami,” ujar Cahyo.

Belasan komunitas Go-Jek Sragen.Foto:iNews/Joko P

Cahyo menegaskan bahwa doa bersama ini bukan sekadar bentuk duka, tetapi juga simbol solidaritas antar-sesama driver ojol. Mereka berharap agar insiden serupa tidak terulang kembali dan ada langkah nyata dari pihak berwenang untuk menegakkan keadilan. Menurutnya, sudah seharusnya oknum aparat yang terlibat dalam insiden tersebut diproses sesuai hukum, sementara keluarga korban mendapat perhatian dan perlindungan dari pemerintah.

Mengenai pembatalan aksi di alun-alun, Cahyo menjelaskan bahwa keputusan itu diambil dengan pertimbangan menjaga ketertiban umum.

“Banyak toko yang sempat tutup akibat beredarnya informasi aksi itu. Jadi demi kondusivitas di Sragen, kami memutuskan untuk tidak jadi menggelar di alun-alun. Namun solidaritas tetap kami wujudkan melalui aksi damai,” terangnya.

Selain doa, aksi solidaritas tersebut juga diisi dengan penggalangan dana untuk membantu keluarga almarhum. Dengan dukungan Polres Sragen, terkumpul dana sebesar Rp 2,6 juta yang nantinya akan disalurkan kepada keluarga Affan.

Aksi kecil namun penuh makna ini memperlihatkan betapa kuatnya ikatan kebersamaan antar-driver ojol, meski mereka tersebar di berbagai daerah. Tragedi yang menimpa Affan menjadi pengingat bahwa profesi sebagai pengemudi ojol tidak lepas dari risiko di jalan, termasuk ketika mereka berada dalam situasi yang penuh kerumunan massa.

Solidaritas ini juga menjadi pesan moral bahwa keadilan harus ditegakkan, transparansi dalam penanganan kasus harus dikedepankan, dan aparat perlu lebih berhati-hati dalam menghadapi aksi massa agar tidak menimbulkan korban jiwa di kemudian hari.

Editor : Joko Piroso

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut