Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Ganti Singep Makam Sri Makurung Pengging, Tradisi Penghormatan Leluhur Mataram
Advertisement . Scroll to see content

Bangun Budaya Empati, SMAN 1 Nogosari Boyolali Edukasi Siswa Lawan Perundungan

Jum'at, 19 Desember 2025 | 15:42 WIB
  • author Nanang SN
Bangun Budaya Empati, SMAN 1 Nogosari Boyolali Edukasi Siswa Lawan Perundungan
Seminar edukasi cegah perundungan dan kekerasan di SMAN 1 Nogosari Boyolali.Foto:iNews/ Istimewa

BOYOLALI,iNewsSragen.id – Upaya mencegah perundungan dan kekerasan di lingkungan sekolah terus digencarkan. Ratusan siswa SMAN 1 Nogosari, Boyolali, mengikuti kegiatan edukasi Sekolah Ramah Anak yang digelar pada Kamis (18/12/2025). Kegiatan yang berlangsung di serambi masjid sekolah itu mengusung tema “Mewujudkan Sekolah yang Aman dan Bebas Kekerasan dengan Budaya Empati”.

Dikemas dalam bentuk seminar edukatif, kegiatan ini menghadirkan seorang konselor sebagai narasumber. Para siswa diajak memahami berbagai bentuk kekerasan, mulai dari perundungan verbal, fisik, psikis hingga kekerasan seksual, sekaligus dibekali cara membangun empati dan sikap saling menghargai dalam pergaulan sehari-hari.

Kepala SMAN 1 Nogosari, Muh Zuhri, menegaskan bahwa edukasi semacam ini penting untuk membentuk karakter positif siswa sejak dini. Menurutnya, sekolah tidak hanya berperan sebagai tempat belajar akademik, tetapi juga sebagai ruang aman untuk tumbuh kembang kepribadian siswa.

“Seminar ini sangat penting untuk membangun karakter positif siswa, terutama dalam pergaulan. Anak-anak diajak memahami bagaimana bersikap baik kepada sesama teman, guru, orang tua, dan masyarakat. Harapannya, mereka mampu merancang masa depan yang lebih baik dengan nilai-nilai empati dan saling menghormati,” ujarnya.

Sementara itu, pembicara seminar, Wulan, menekankan pentingnya kepedulian terhadap lingkungan sekitar sebagai kunci mencegah kekerasan. Ia mengingatkan bahwa berbagai bentuk kekerasan saat ini kerap terjadi tanpa disadari, bahkan di lingkungan terdekat.

“Kekerasan saat ini hampir merajalela, baik fisik, psikis, verbal, maupun seksual. Melalui edukasi ini, kami berharap siswa lebih peka, lebih berhati-hati memilih pergaulan, dan tidak mudah terjerumus ke perilaku menyimpang,” tegasnya.

Editor: Joko Piroso

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut