Angin Kencang Dominasi Bencana di Sukoharjo Sepanjang 2025, BPBD Catat 58 Kejadian
SUKOHARJO,iNewsSragen.id – Bencana angin kencang menjadi ancaman paling dominan di Kabupaten Sukoharjo sepanjang tahun 2025. Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukoharjo mencatat, dari total 58 kejadian bencana yang terjadi sejak Januari hingga Desember 2025, mayoritas dipicu oleh angin kencang.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sukoharjo, Ariyanto Mulyatmojo, menyampaikan bahwa rekapitulasi tersebut merupakan hasil penanganan langsung BPBD bersama unsur terkait di lapangan.
“Sepanjang 2025, angin kencang masih menjadi bencana yang paling sering terjadi di Sukoharjo. Dampaknya paling banyak merusak rumah warga dan fasilitas umum, terutama saat masa peralihan musim,” ujar Ariyanto, Kamis (9/1/2026).
Dari 58 kejadian bencana yang tercatat, sebanyak 39 kejadian merupakan angin kencang. Sementara itu, banjir terjadi sebanyak 9 kali, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) 5 kejadian, tanah longsor 4 kejadian, dan kekeringan 1 kejadian. Untuk kejadian gempa bumi, BPBD mencatat nihil sepanjang tahun lalu.
Akumulasi dampak bencana tersebut menyebabkan kerugian material yang tidak sedikit. BPBD memperkirakan total kerugian sepanjang 2025 mencapai sekira Rp 792,5 juta. Meski demikian, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam seluruh kejadian bencana tersebut.
Namun dari sisi sosial, dampaknya cukup signifikan. Tercatat 2.556 jiwa terdampak, dengan 1.286 jiwa di antaranya harus mengungsi. Selain itu, 241 kepala keluarga (KK) terdampak langsung dan 341 KK terpaksa mengungsi akibat kondisi rumah yang tidak layak huni sementara.
Kerusakan bangunan juga didominasi kategori ringan hingga sedang. BPBD mencatat 55 rumah mengalami rusak ringan dan 16 rumah rusak sedang, tanpa adanya rumah dengan kategori rusak berat sepanjang 2025.
Dalam setiap penanganan bencana, Ariyanto menegaskan bahwa BPBD Sukoharjo melalui Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) selalu bergerak cepat dengan melibatkan berbagai pihak.
“Mulai dari asesmen cepat, identifikasi dampak, sampai pembersihan lokasi terdampak kami lakukan bersama TNI, Polri, relawan, dan perangkat desa. Tujuannya agar dampak ke masyarakat tidak berlarut-larut,” jelasnya.
Editor : Joko Piroso