get app
inews
Aa Text
Read Next : Luas Lahan Menyusut, Investor Pabrik Tekstil di Sukoharjo Lapor Polisi

Kapolres Sukoharjo Warning Warga Soal Modus Kejahatan Jelang Idulfitri

Rabu, 04 Maret 2026 | 16:49 WIB
header img
Kapolres Sukoharjo AKBP Anggaito Hadi Prabowo.Foto:iNews/ Nanang SN

SUKOHARJO,iNewsSragen.id – Menjelang Hari Raya Idulfitri, ancaman kejahatan konvensional hingga siber diprediksi meningkat tajam. Tingginya perputaran uang, lonjakan transaksi belanja, serta tradisi mudik menjadi celah empuk bagi pelaku kriminal untuk beraksi.

Merespons kondisi tersebut, Polres Sukoharjo memperketat pengamanan dengan mengintensifkan patroli di berbagai titik rawan. Langkah ini dilakukan untuk menekan potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kerap melonjak menjelang Lebaran.

Kapolres Sukoharjo, AKBP Anggaito Hadi Prabowo, menegaskan pihaknya telah memetakan potensi kerawanan sejak dini.

“Menjelang Idulfitri memang ada kecenderungan peningkatan kejahatan, baik konvensional maupun digital. Aktivitas masyarakat meningkat signifikan, mulai dari transaksi keuangan, belanja kebutuhan Lebaran, hingga rumah-rumah yang ditinggal mudik,” ujarnya, Rabu (4/3/ 2026).

Kapolres menyebut pencurian dengan target rumah kosong menjadi kasus paling dominan setiap musim mudik. Rumah yang ditinggal tanpa pengamanan memadai kerap menjadi sasaran empuk pelaku curat.

Selain itu, aksi pencopetan dan penjambretan juga berpotensi meningkat di pusat-pusat keramaian seperti terminal, stasiun, pasar tradisional, dan pusat perbelanjaan.

“Pelaku memanfaatkan kelengahan warga yang membawa uang tunai atau barang berharga lebih banyak dari biasanya,” tegasnya.

Tak hanya kejahatan jalanan, aparat juga mewaspadai peredaran uang palsu, penipuan dengan modus hipnotis, hingga ancaman begal di jalur mudik yang relatif sepi.

Ancaman tak berhenti di dunia nyata. Kejahatan siber juga diprediksi marak dengan berbagai modus, mulai dari tautan undangan atau paket palsu berisi malware, promo Lebaran fiktif, phishing, hingga penyalahgunaan QRIS palsu.

Kapolres mengimbau masyarakat tidak mudah tergiur tawaran diskon besar yang tidak masuk akal dan selalu memverifikasi informasi sebelum melakukan transaksi.

“Kami minta masyarakat tidak sembarangan mengklik tautan dari nomor tidak dikenal. Pastikan kebenaran informasi sebelum melakukan pembayaran,” tandasnya.

Editor : Joko Piroso

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut