get app
inews
Aa Text
Read Next : Ketua DPRD Sragen Tegaskan Pilkada Lewat DPRD Tak Sesuai Tupoksi, Hak Rakyat Jangan Dipangkas

Dari Ayam Petelur hingga Sayur Organik, Desa Kaliwedi Jadi Utusan Terbaik Nasional

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:54 WIB
header img
Kepala Desa Kaliwedi, Daryono (tengah), menerima penghargaan Juara 1 Inovasi Ketahanan Pangan Desa dan Perdesaan Tingkat Nasional Tahun 2025.Foto:Istimewa

SRAGEN, iNewsSragen.id - Pengelolaan potensi desa yang tepat dan inovatif mengantarkan Pemerintah Desa Kaliwedi, Kecamatan Gondang, Kabupaten Sragen, menorehkan prestasi di tingkat nasional. Melalui program ketahanan pangan berkelanjutan berbasis Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), Desa Kaliwedi berhasil meraih Juara 1 Lomba Inovasi Ketahanan Pangan Desa dan Perdesaan Tahun 2025.

Tak hanya itu, Desa Kaliwedi juga dinobatkan sebagai Utusan Terbaik Pemdes dan Kelurahan Award Tingkat Nasional Tahun 2025. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal RI, Yandri Susanto, kepada Kepala Desa Kaliwedi, Daryono, dalam puncak peringatan Hari Desa Nasional yang dipusatkan di Kabupaten Boyolali, Kamis (15/1/2026).

Kepala Desa Kaliwedi, Daryono, mengungkapkan rasa syukur atas capaian tersebut. Ia menegaskan, keberhasilan ini merupakan hasil kerja kolektif pemerintah desa dan masyarakat dalam mengelola ketahanan pangan secara terintegrasi dan berorientasi pasar.

“Alhamdulillah, Desa Kaliwedi mengembangkan berbagai unit usaha ketahanan pangan melalui BUMDes, mulai dari peternakan ayam petelur, pengembangan kelengkeng dan melon, hingga budidaya ikan nila dan lele,” ujar Daryono.

Memasuki tahun 2026, Pemerintah Desa Kaliwedi terus mendorong peningkatan Pendapatan Asli Desa (PAD) dengan menambah jumlah ayam petelur. Saat ini, BUMDes mengelola sekitar 1.200 ekor ayam petelur. Dukungan Dana Desa sebesar Rp371 juta sebagian dialokasikan untuk penambahan sekitar 1.000 ekor ayam petelur. Dengan tambahan tersebut, total populasi ayam petelur di Desa Kaliwedi mencapai sekitar 3.500 ekor pada 2026.

Menurut Daryono, pengembangan potensi desa harus disesuaikan dengan kebutuhan pasar. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai membuka peluang besar bagi desa untuk menyuplai telur, sayuran, buah, dan komoditas pangan lainnya.

“Potensi desa tidak selalu soal budaya atau peninggalan sejarah. Usaha yang sesuai kondisi desa dan kebutuhan pasar justru memiliki nilai ekonomi tinggi,” tegasnya.

Ia menambahkan, pengelolaan ketahanan pangan tidak selalu membutuhkan anggaran besar. Pengelolaan lahan sayur seluas dua hektare, misalnya, hanya memerlukan anggaran Rp15–20 juta, namun mampu memberikan hasil yang menjanjikan. Tahun 2026, BUMDes Kaliwedi juga mengembangkan tanaman bayam, sawi, kangkung, cabai, dan tomat.

Program ketahanan pangan tersebut turut berdampak langsung pada kesejahteraan warga. BUMDes menyerap tenaga kerja dari kelompok masyarakat miskin dan miskin ekstrem yang masih produktif. Sementara bagi warga miskin ekstrem yang tidak mampu bekerja, pemerintah desa menyalurkan bantuan rutin sebesar Rp300 ribu per bulan melalui Dana Desa maupun PAD.

Editor : Joko Piroso

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut