get app
inews
Aa Text
Read Next : Bungkus Kopi Sasetan Berisi Sabu, Gegerkan Warga Sragen

Cerita Mistis di Balik Penemuan Pendaki Hilang Gunung Slamet, Relawan Dengarkan Isyarat Malam Hari

Jum'at, 16 Januari 2026 | 21:27 WIB
header img
Relawan lokal Maun (tengah) bersama tim SAR saat proses evakuasi pendaki remaja asal Magelang di Gunung Slamet.Foto:iNews

PEMALANG, iNewsSragen.id - Cerita mistis mewarnai proses pencarian Syafiq Ridha Ali Razan (18), pendaki remaja asal Kota Magelang yang dilaporkan hilang di Gunung Slamet. Di balik keberhasilan operasi pencarian dan evakuasi, terselip kisah menyentuh sekaligus misterius dari seorang relawan lokal yang pertama kali menemukan jasad korban.

Relawan tersebut adalah Maun, warga Desa Clekataan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang. Bersama dua rekannya, Sukri dan Basir, Maun melakukan pencarian mandiri dengan menyisir medan ekstrem Gunung Slamet. Mereka juga mengajak Himawan, rekan Syafiq yang selamat, untuk menunjukkan titik terakhir korban terlihat sebelum terpisah.

Maun mengungkapkan, malam sebelum jasad Syafiq ditemukan, ia mengalami peristiwa yang sulit dijelaskan secara logika. Saat bermalam di kawasan puncak, telinganya menangkap suara aneh yang terdengar berulang kali di tengah sunyi dan dinginnya gunung.

“Saya mendengar suara seperti benda keras atau seng yang digesekkan ke dinding. Suaranya terus-menerus dan sangat mengganggu waktu istirahat kami,” ujar Maun, Jumat (16/1/2026).

Kejadian tersebut, menurut Maun, menjadi semacam firasat. Keesokan harinya, ia bersama Sukri dan Basir memutuskan untuk mengambil jalur berbeda dari rute pendakian utama. Mereka memilih menyusuri arah bawah gunung yang jarang dilalui pendaki.

Keputusan itu ternyata membuahkan hasil. Dari jarak sekitar 300 hingga 500 meter, Maun melihat benda berwarna hitam yang mencurigakan di tengah vegetasi lebat. Saat didekati, benda tersebut ternyata adalah jasad Syafiq Ridha Ali Razan.

“Setelah kami dekati, ternyata benar itu jasad Syafiq,” ungkapnya.

Penemuan tersebut segera dilaporkan ke posko utama. Proses evakuasi berlangsung dramatis dan memakan waktu sekitar 27 jam akibat medan yang curam, vegetasi rapat, serta cuaca yang kerap berubah.

Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, BPBD, relawan Wanadri, Mapala, hingga warga setempat bekerja sama mengevakuasi jasad korban hingga ke kaki gunung. Upaya tersebut menjadi akhir dari pencarian panjang yang berlangsung selama 17 hari.

Dedikasi Maun dan relawan lokal lainnya menjadi potret nyata kemanusiaan di balik operasi SAR. Tanpa pamrih, mereka menembus hutan, menghadapi suhu ekstrem, dan risiko tinggi demi memberikan kepastian bagi keluarga korban.

Jenazah Syafiq Ridha Ali Razan telah dimakamkan di kampung halamannya di Kota Magelang pada Kamis (15/1/2026) malam. Sementara bagi Maun, suara “seng bergesek” yang ia dengar di puncak Gunung Slamet akan selalu menjadi kenangan, sebuah isyarat alam yang menuntunnya menemukan akhir dari pencarian panjang tersebut.

Editor : Joko Piroso

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut