Enam Hari Terendam Banjir, Warga Dukuh Ngantru Pati Bertahan di Lantai Dua Rumah
PATI, iNewsSragen.id - Banjir besar yang merendam Kabupaten Pati, Jawa Tengah, belum menunjukkan tanda-tanda akan surut. Di Dukuh Ngantru, Desa Mustokoharjo, Kecamatan Pati, warga telah terisolasi selama enam hari dengan ketinggian air mencapai 1,5 meter, Jumat (16/1/2026).
Genangan air yang merendam permukiman membuat aktivitas warga lumpuh total. Meski air cukup tinggi dan berpotensi membahayakan keselamatan, mayoritas warga Dukuh Ngantru memilih bertahan di rumah masing-masing. Mereka mengungsi secara mandiri ke lantai dua rumah atau membuat panggung darurat dari kayu dan bambu.
Keengganan warga untuk mengungsi ke tempat penampungan resmi bukan tanpa alasan. Selain khawatir akan keamanan harta benda, warga juga memikirkan nasib hewan ternak yang menjadi sumber penghidupan utama. Sapi dan kambing milik warga sulit dievakuasi karena keterbatasan lokasi pengungsian.
“Kami sudah terendam selama enam hari. Ada warga yang memilih menyewa kos atau mengungsi ke rumah saudara, tapi banyak juga yang tetap bertahan untuk menjaga ternak dan barang-barang di rumah,” ujar Edi Sunaryo, warga Dukuh Ngantru.
Dukuh Ngantru memang dikenal sebagai wilayah langganan banjir dan menjadi daerah yang paling lambat surut setiap kali terjadi luapan air. Letaknya yang sangat dekat dengan Sungai Silugonggo membuat kawasan ini menjadi titik terparah saat debit sungai meningkat akibat curah hujan tinggi.
Buruknya sistem drainase serta luapan Sungai Silugonggo yang ekstrem menyebabkan genangan air di Dukuh Ngantru kerap bertahan lama. Dalam beberapa kejadian sebelumnya, banjir bahkan membutuhkan waktu hingga berbulan-bulan untuk benar-benar surut.
Akibat kondisi tersebut, roda perekonomian warga praktis berhenti. Aktivitas bertani, beternak, hingga usaha kecil terpaksa terhenti, dan warga sepenuhnya bergantung pada bantuan dari pemerintah dan relawan.
Editor : Joko Piroso