Grand Launching Dapur SPPG Inisiatif Bambang Pacul, Bupati Sukoharjo Tekankan Pengawasan
SUKOHARJO,iNewsSragen.id - Bupati Sukoharjo Etik Suryani menegaskan pentingnya pengawasan ketat dan komunikasi langsung dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Penegasan itu disampaikan saat menghadiri grand launching dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang diinisiasi anggota DPR RI Bambang Wuryanto atau Bambang Pacul, di Desa Jati, Kecamatan Gatak, Sabtu (17/1/2026).
Dalam sambutannya, Etik menyampaikan apresiasi atas inisiatif Bambang Pacul melalui Yayasan Garuda Svara Dharma yang dinilai memiliki kepedulian besar terhadap pemenuhan gizi anak-anak sekolah di Sukoharjo, khususnya wilayah Gatak.
“Ini merupakan bentuk perhatian yang luar biasa. Kehadiran dapur SPPG ini diharapkan mampu memperkuat pemenuhan gizi anak-anak kita sekaligus mendukung suksesnya Program MBG,” ujar Etik.
Bupati mengungkapkan, dapur SPPG Desa Jati menjadi dapur keenam di Kecamatan Gatak. Hingga saat ini, total terdapat 84 dapur SPPG di Kabupaten Sukoharjo, dengan 70 dapur telah mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
“Dengan tambahan dapur SPPG ini, kami berharap pemenuhan gizi bagi penerima manfaat bisa semakin optimal,” katanya.
Pada momentum grand launching tersebut, Etik menekankan bahwa keberhasilan Program MBG tidak hanya bergantung pada pengelola dapur, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat dan pihak sekolah dalam pengawasan.
Menurutnya, jika ditemukan persoalan terkait menu maupun kualitas makanan, penyelesaiannya harus dilakukan melalui komunikasi langsung, bukan dengan memviralkan di media sosial.
“Kalau ada persoalan, terutama dari pihak sekolah, saya berharap disampaikan langsung ke pengelola SPPG. Jangan langsung diunggah ke media sosial. Komunikasi yang baik jauh lebih penting agar masalah cepat terselesaikan,” tegas Etik.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga standar kebersihan dan kualitas makanan sesuai indikator yang ditetapkan Badan Gizi Nasional (BGN), mengingat program ini menyangkut kesehatan dan keselamatan anak-anak.
“Ini menyangkut kesehatan bahkan nyawa anak-anak. Bahan makanan harus berkualitas dan proses pengelolaannya harus benar-benar diperhatikan,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Garuda Svara Dharma, Satria Bagus Purbaya, menyampaikan bahwa dapur SPPG Desa Jati disiapkan untuk melayani sekitar 2.400 penerima manfaat yang terdiri dari siswa sekolah, ibu hamil, balita, dan ibu menyusui.
Ia menambahkan, dapur SPPG juga diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi bagi warga sekitar melalui penyerapan tenaga kerja dan pemanfaatan produk lokal.
“Sebenarnya kami sudah menjadwalkan Senin (19/1/2026) ini bisa running, tapi berhubung masih ada kendala di virtual account untuk pencairan dana dari BGN maka masih menunggu maksimal lima kerja pada minggu depan. Intinya kami siap menjalankan operasional dapur secara penuh,” pungkas Satria.
Editor : Joko Piroso