get app
inews
Aa Text
Read Next : Aksi Kepala Desa Ngepringan Terpeleset di Kubangan Jalan Rusak Jadi Sorotan Publik

Aksi Mandi Lumpur Kades Ngepringan Picu DPU Sragen Turunkan Material Perbaikan

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:23 WIB
header img
Kepala Desa Ngepringan, Kecamatan Jenar, Sragen, saat melintas di ruas jalan kabupaten Mlale–Ngepringan yang rusak parah, Rabu,(21/1/2026).Foto:iNews/Joko P

SRAGEN, iNewsSragen.id - Aksi “mandi lumpur” yang dilakukan Kepala Desa Ngepringan, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen, Sunarso, di ruas jalan rusak Bago–Mlale akhirnya memicu respons dari Pemerintah Kabupaten Sragen. Melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU), pemerintah daerah memastikan penanganan darurat berupa perbaikan sementara segera dilakukan.

Camat Jenar, Y. David Supriyadi, mengakui kondisi jalan kabupaten tersebut memang sudah lama memprihatinkan dan kerap menimbulkan kecelakaan, terutama bagi anak-anak sekolah yang melintas saat musim hujan. Jalan tersebut juga menjadi akses utama menuju SMP Negeri 2 Jenar.

“Memang sering ada yang terpeleset, terutama anak sekolah. Kondisinya sudah lama rusak,” kata David, Rabu (21/1/2026).

Menurut David, aksi spontan Kepala Desa Ngepringan dipicu tekanan sosial yang cukup besar. Pasalnya, rumah Sunarso berada tepat di lokasi jalan rusak sehingga hampir setiap hari ia mendapat keluhan langsung dari warga.

“Pak Lurah rumahnya di situ. Setiap ketemu warga selalu ditanya soal jalan. Dari desa sendiri sebenarnya sudah rutin mengusulkan lewat Musrenbangdes,” ujarnya.

Meski demikian, David mengingatkan agar seluruh pihak memahami keterbatasan fiskal daerah. Ia menyebut sejumlah anggaran pembangunan infrastruktur harus bergeser untuk kebutuhan prioritas nasional dan darurat.

“Banyak anggaran yang terpakai untuk penanganan Covid-19, kemudian program Makan Bergizi Gratis. Tahun lalu DAK hanya ada empat titik. Jadi memang harus bersabar,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga DPU Sragen, Aribowo Sulistyo, memberikan klarifikasi terkait isu proyek jalan yang sempat disebut sudah masuk tahap lelang. Ia membenarkan ruas jalan Bago–Mlale sepanjang 3,83 kilometer semula direncanakan direkonstruksi pada 2025 dengan anggaran sekitar Rp1 miliar.

“Waktu itu sudah kami siapkan untuk lelang melalui APBD Murni 2025 dan rencananya dicor beton. Namun akhirnya terkena refocusing sehingga dibatalkan,” jelas Aribowo.

Editor : Joko Piroso

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut