get app
inews
Aa Text
Read Next : Muscab Peradi Sragen Digelar 14 Februari 2026, Bursa Calon Ketua Mulai Menghangat

Viral, Kades Ngepringan Mandi Lumpur Protes Jalan Rusak di Jenar Sragen

Selasa, 20 Januari 2026 | 17:46 WIB
header img
Kepala Desa Ngepringan, Sunarso, berada di kubangan lumpur di ruas jalan kabupaten Mlale–Ngepringan, Kecamatan Jenar, Sragen, Selasa (20/1/2026).Foto:Istimewa

SRAGEN, iNewsSragen.id - Sebuah aksi tak biasa yang dilakukan Kepala Desa Ngepringan, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen, menjadi perhatian publik. Mengenakan pakaian dinas lengkap, Kepala Desa Ngepringan, Sunarso, terekam kamera warga terpeleset dan berada di kubangan lumpur di ruas jalan kabupaten Mlale–Ngepringan yang rusak parah, Selasa (20/1/2026).

Peristiwa tersebut viral di media sosial dan memantik beragam reaksi. Narso menjelaskan, kejadian itu bukan aksi yang direncanakan, melainkan insiden spontan saat dirinya hendak berangkat ke kantor desa.

“Sebenarnya tidak ada niat protes. Tadi mau berangkat kerja, malah kepleset. Ya sudah, sekalian adus, gebyur sisan. Ini spontan,” ujar Sunarso kepada wartawan.

Menurut Sunarso, kondisi jalan kabupaten sepanjang kurang lebih enam kilometer tersebut telah lama rusak dan dinilai tak kunjung mendapat perbaikan signifikan. Ia menyebut, berdasarkan ingatannya, terakhir kali jalan tersebut mendapat pengaspalan sekitar dua dekade lebih lalu. Sejak beberapa tahun terakhir, kondisi jalan semakin memburuk, terutama saat musim hujan.

Narso juga menyinggung adanya informasi rencana pembangunan jalan pada tahun anggaran sebelumnya yang hingga kini belum terealisasi. Ia mengaku warga kerap mendapat kabar bahwa perbaikan akan dilakukan, namun belum terlihat hasil di lapangan.

“Katanya pernah masuk rencana pembangunan, tapi sampai sekarang belum ada realisasi. Tahun-tahun kemarin juga belum dibangun,” ungkapnya.

Kondisi jalan yang rusak parah itu berdampak langsung pada aktivitas warga. Genangan lumpur dan lubang jalan menyulitkan anak-anak sekolah, warga yang hendak berobat, hingga aktivitas ekonomi masyarakat. Tak jarang, kendaraan roda dua maupun roda empat mengalami kerusakan akibat menghantam lubang jalan.

Warga Desa Ngepringan, Joko, mengungkapkan keluhan serupa. Menurutnya, jalan tersebut kerap hanya diukur tanpa kejelasan tindak lanjut pembangunan.

“Jalan ini dari dulu cuma diukur-ukur saja, tapi tidak dibangun. Kalau hujan ya seperti sungai,” ujarnya.

Editor : Joko Piroso

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut