get app
inews
Aa Text
Read Next : Banjir 50 Cm Lumpuhkan Kota Purwodadi, Jalur Grobogan–Solo Macet Total

Banjir Rendam Kota Pemalang, Konser Amal Hari Jadi ke-451 Terpaksa Dihentikan

Minggu, 01 Februari 2026 | 19:54 WIB
header img
Genangan banjir setinggi hingga 50 sentimeter merendam ruas jalan protokol di Kota Pemalang, menyebabkan arus lalu lintas lumpuh dan aktivitas warga terganggu.Foto:Isttimewa

PEMALANG, iNewsSragen.id  – Banjir merendam sejumlah wilayah di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, setelah hujan lebat disertai petir mengguyur kawasan tersebut sejak Sabtu (31/1/2026) malam. Genangan air dengan ketinggian mencapai 50 sentimeter menyebabkan aktivitas warga lumpuh dan arus lalu lintas tersendat di sejumlah titik.

Berdasarkan pantauan di lapangan, banjir terparah terjadi di jalur utama dan pusat keramaian kota. Sistem drainase yang ada tidak mampu menampung debit air yang turun dalam waktu singkat, sehingga air meluap ke badan jalan.

Sejumlah ruas jalan protokol terendam, di antaranya kawasan Simpang City Walk Pemalang di sekitar kantor Pegadaian, Jalan Ahmad Yani, serta Jalan Jenderal Sudirman. Ketinggian air yang mencapai setengah meter membuat kendaraan roda dua maupun roda empat tidak dapat melintas dengan normal.

“Banyak motor dan mobil mogok karena nekat menerobos. Airnya cukup tinggi, di beberapa titik arusnya juga lumayan deras,” ujar Bayu, warga Pemalang, di lokasi kejadian.

Akibat banjir tersebut, petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Pemalang mengerahkan truk operasional untuk mengevakuasi warga yang terjebak genangan air di ruas-ruas jalan menuju tempat yang lebih aman.

Cuaca ekstrem ini juga berdampak pada rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Pemalang ke-451. Panitia terpaksa menghentikan Konser Amal yang sedang berlangsung di Alun-Alun Pemalang demi keselamatan pengunjung, pengisi acara, dan kru pendukung.

Padahal, konser amal tersebut menghadirkan sejumlah artis dan grup band ibu kota. Dana yang terkumpul rencananya akan disalurkan untuk membantu korban bencana banjir dan longsor, termasuk korban banjir bandang di wilayah Pulosari.

Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro, mengatakan keputusan menghentikan konser diambil setelah mempertimbangkan faktor keselamatan di tengah cuaca ekstrem.

“Demi keselamatan masyarakat dan para pengisi acara, konser amal terpaksa kami hentikan. Hujan deras disertai petir sangat membahayakan,” ujar Anom Widiyantoro.

Hingga Minggu (1/2/2026) pagi, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang masih dilaporkan mengguyur wilayah Kota Pemalang. Pemerintah daerah mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di daerah rawan banjir dan dataran rendah, untuk tetap waspada.

Petugas gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama relawan terus bersiaga di titik-titik rawan genangan guna membantu warga serta memastikan jalur evakuasi tetap terbuka.

Editor : Joko Piroso

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut