get app
inews
Aa Text
Read Next : 2 Hari 2 Kasus: Satresnarkoba Polres Sragen Bongkar Peredaran Obat Keras dan Sabu

Rekor MURI Sambal Tumpang Pecah di Sragen, Tantangan Pelestarian Budaya Mengemuka

Minggu, 15 Februari 2026 | 13:26 WIB
header img
Bupati Sragen Sigit Pamungkas bersama Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Wihaji menerima piagam rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) atas pemecahan rekor sajian sambal tumpang dengan peserta terbanyak di Sragen, Jawa Tengah, M

SRAGEN, iNewsSragen.id - Ribuan warga Sragen, Jawa Tengah, tumpah ruah mengikuti Festival Sambal Tumpang Nusantara yang sukses memecahkan rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) kategori sajian sambal tumpang dengan jumlah peserta terbanyak, Minggu (15/2/2026). Selain menjadi momen bersejarah, acara ini sekaligus menandai tantangan baru dalam upaya pelestarian kuliner tradisional daerah.

Festival tersebut tidak hanya diikuti masyarakat lokal. Peserta dari berbagai daerah, mulai Jawa Barat hingga Jawa Timur, turut ambil bagian, memperkuat posisi Sragen sebagai punjer atau pusat sambal tumpang yang telah dikenal lintas generasi.

Bupati Sragen Sigit Pamungkas tampak antusias terlibat langsung memasak sambal tumpang bersama warga. Dalam sambutannya, ia menyelipkan gurauan khas suasana rakyat.

“Ambil satu-satu dulu, kalau kurang nanti bisa nambah,” ujarnya yang disambut tawa peserta.

Sigit menegaskan bahwa sambal tumpang memiliki makna lebih dari sekadar kuliner. Menurutnya, makanan berbahan dasar kedelai seperti tempe dan tahu tersebut merupakan bagian dari ketahanan gizi keluarga.

“Sambal tumpang adalah bagian dari ketahanan keluarga dan kesehatan masyarakat. Kandungan proteinnya baik untuk tumbuh kembang anak,” katanya.

Ia bahkan berseloroh bahwa hampir seluruh warga Sragen telah akrab dengan sambal tumpang sejak kecil. “Bukan hanya orangnya, bayangannya juga ikut makan sambal tumpang,” ucapnya.

Kemeriahan acara bertambah dengan kehadiran Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional, Wihaji. Pulang kampung kali ini terasa istimewa bagi Wihaji yang turut memasak sambal tumpang bersama sang istri di hadapan warga.

“Tujuan saya ke sini sebenarnya ingin menikmati sambal tumpang dan ngobrol santai dengan warga,” ujar Wihaji. Ia menilai festival semacam ini memiliki nilai strategis dalam memperkuat ekonomi kerakyatan sekaligus mempererat hubungan keluarga.

“Minimal warga tidak pegang gawai terus. Masak bareng, makan bareng, dan ngobrol. Membangun keluarga bisa dimulai dari hal sederhana seperti ini,” tuturnya.

Di sisi lain, masa depan sambal tumpang Sragen mulai diarahkan ke inovasi modern. Wihaji mengaku terkesan dengan produk sambal tumpang kemasan kaleng yang diperkenalkan dalam festival tersebut.

Editor : Joko Piroso

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut