Desa Bukuran Kalijambe Ditetapkan sebagai Rintisan Desa Wisata, Andalkan Sejarah Purba
SRAGEN, iNewsSragen.id - Kawasan sekitar Situs Purbakala Sangiran kini memiliki magnet wisata baru. Desa Bukuran, Kecamatan Kalijambe, resmi ditetapkan sebagai Rintisan Desa Wisata, Selasa (17/2/2026). Penetapan ini menandai langkah awal Desa Bukuran untuk mengembangkan potensi wisata berbasis alam, sejarah purba, dan budaya lokal.
Peresmian status rintisan ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) oleh Bupati Sragen. Acara berlangsung meriah dengan diisi aksi petik melon di kawasan agrowisata Bukuran yang diikuti jajaran pejabat daerah, tokoh masyarakat, hingga anggota DPR RI.
Kepala Desa Bukuran, Heriyanto, mengatakan pengembangan desa wisata tidak hanya bertumpu pada kedekatan geografis dengan Sangiran, melainkan pada kreativitas dan identitas warga. Salah satu daya tarik utama adalah kesenian gejog lesung atau klote’an lesung.
“Itu budaya asli warga kami. Dulu, ibu-ibu memukul lesung saat lelah menumbuk gaplek. Kini, harmoni suara kayu itu kami kemas menjadi atraksi wisata budaya,” ujar Heriyanto.
Selain gejog lesung, Desa Bukuran juga melestarikan kesenian Rodat yang telah lama menjadi warisan religi dan kebersamaan warga. Di sektor ekonomi kreatif, perubahan signifikan juga dilakukan. Warga yang selama ini dikenal sebagai buruh batik mulai beralih memproduksi Batik Purba dengan merek sendiri.
Motif batik tersebut mengangkat siluet manusia purba dan temuan fosil, menegaskan identitas Bukuran sebagai bagian dari kawasan sejarah dunia. Pemerintah desa juga menegaskan komitmen pengelolaan wisata yang transparan dan terintegrasi melalui Peraturan Desa (Perdes), guna mencegah praktik pungutan liar dan menjaga kenyamanan wisatawan.
Dukungan terhadap pengembangan Desa Wisata Bukuran turut datang dari anggota Komisi V DPR RI, Sriyanto Saputro. Ia menyatakan akan berupaya mendorong dukungan pemerintah pusat, terutama melalui skema pemberdayaan desa.
“Saya tidak berjanji, tetapi akan berikhtiar agar ada dukungan dari pusat. Jika desa wisatanya maju, manfaatnya harus kembali ke masyarakat melalui BUMDes dan koperasi desa,” ujarnya.
Dari tingkat kabupaten, dukungan infrastruktur juga disiapkan. Anggota DPRD Sragen, Widodo, menyebut anggaran tahun 2026 telah dialokasikan untuk pelebaran jalan di jalur Krikilan–Manyarejo.
“Konektivitas menjadi kunci. Wisatawan yang datang ke Museum Sangiran harus mudah menjangkau Bukuran, sehingga tercipta ekosistem wisata terpadu,” jelasnya.
Dengan sinergi agrowisata, budaya, dan ekonomi kreatif, Desa Bukuran optimistis menjadi destinasi alternatif baru di kawasan Sangiran.
Editor : Joko Piroso