Puskesmas Masaran 1 Hadirkan Maskulin Dadu, Layanan Kesehatan Keliling Pakai Motor
SRAGEN, iNewsSragen.id - Upaya meningkatkan pemerataan layanan kesehatan terus dilakukan oleh Puskesmas Masaran 1 di Kabupaten Sragen. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menghadirkan inovasi pelayanan kesehatan bertajuk Maskulin Dadu atau Masyarakat Sehat dengan Kunjungan Puskesmas Keliling Roda Dua.
Program ini dirancang sebagai solusi untuk menjangkau masyarakat yang tinggal di wilayah dengan akses terbatas menuju fasilitas kesehatan maupun warga yang memiliki kendala transportasi.
Maskulin Dadu merupakan layanan kesehatan jemput bola yang memanfaatkan kendaraan roda dua sebagai sarana mobilitas tenaga kesehatan. Melalui program ini, petugas puskesmas mendatangi langsung rumah warga maupun titik-titik pelayanan di desa untuk memberikan layanan kesehatan dasar.
Layanan yang diberikan antara lain pemeriksaan kesehatan umum, pemantauan ibu hamil, pelayanan kesehatan bagi lansia, imunisasi, hingga edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pola hidup sehat.
Kepala Puskesmas Masaran 1, dr. Endah Riswandari, menjelaskan bahwa program ini dilatarbelakangi kondisi wilayah kerja puskesmas yang meliputi tujuh desa dengan jarak geografis cukup berjauhan.
Menurutnya, sejumlah wilayah masih memiliki keterbatasan akses menuju fasilitas kesehatan sehingga diperlukan pendekatan pelayanan yang lebih dekat dan fleksibel bagi masyarakat.
“Melalui konsep puskesmas keliling dengan kendaraan roda dua, tenaga kesehatan dapat menjangkau gang sempit maupun wilayah pelosok yang sulit dilalui kendaraan roda empat,” ujarnya.
Program Maskulin Dadu juga didukung oleh keberadaan kendaraan puskesmas keliling roda dua yang diperoleh dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik Dinas Kesehatan Kabupaten Sragen pada tahun anggaran 2024.
Kendaraan tersebut dimanfaatkan untuk menunjang mobilitas tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat di berbagai wilayah.
Selain itu, pelaksanaan program ini juga terintegrasi dengan berbagai kegiatan pelayanan kesehatan di tingkat desa, termasuk layanan di Puskesmas Pembantu (Pustu) maupun Pos Kesehatan Desa. Integrasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan jangkauan layanan kesehatan primer bagi masyarakat di seluruh wilayah kerja puskesmas.
Melalui program ini, Puskesmas Masaran 1 juga menargetkan peningkatan deteksi dini berbagai penyakit, baik penyakit menular maupun penyakit tidak menular. Kegiatan ini sekaligus mendukung pelaksanaan skrining kesehatan masyarakat, termasuk pemeriksaan kesehatan jiwa, indera, serta layanan konseling kesehatan berbasis masyarakat.
Kehadiran Maskulin Dadu memberikan sejumlah manfaat bagi masyarakat. Warga dapat memperoleh layanan kesehatan tanpa harus datang langsung ke puskesmas sehingga dapat menghemat waktu dan biaya transportasi.
Selain itu, pelayanan jemput bola ini juga membantu mempercepat penanganan keluhan kesehatan sejak tahap awal serta meningkatkan kepatuhan pasien dalam melakukan kontrol kesehatan secara rutin, terutama bagi penderita penyakit kronis seperti hipertensi dan diabetes.
Dibandingkan layanan konvensional, Maskulin Dadu memiliki sejumlah keunggulan, antara lain mobilitas yang lebih tinggi serta kemampuan menjangkau wilayah yang sulit diakses kendaraan roda empat.
Pendekatan pelayanan secara langsung kepada masyarakat juga dinilai mampu membangun hubungan yang lebih dekat antara tenaga kesehatan dan warga.
Sejak dijalankan, program ini menunjukkan dampak positif, seperti meningkatnya cakupan pelayanan kesehatan dasar, bertambahnya kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin, serta menurunnya kasus keterlambatan penanganan penyakit.
Ke depan, program Maskulin Dadu diharapkan dapat terus berkembang serta menjadi model pelayanan kesehatan berbasis kedekatan dan pemerataan akses di tingkat puskesmas.
Editor : Joko Piroso