Sragen Mart Resmi Dibuka, Dorong UMKM Naik Kelas dan Kemandirian Ekonomi Warga
Sementara itu, Pengawas CV Sragen Mart, Suparno, menjelaskan bahwa pendirian Sragen Mart berawal dari pemanfaatan properti yang sebelumnya tidak digunakan secara optimal.
Setelah melalui sejumlah pertemuan pada awal Januari 2026, para penggagas sepakat mendirikan usaha ritel yang dapat menampung berbagai produk UMKM. Model usaha yang dipilih adalah penyertaan modal bersama dengan sistem bagi hasil.
Menurut Suparno, hingga saat ini terdapat sekitar 239 orang yang telah berpartisipasi sebagai penyerta modal dalam pengembangan Sragen Mart. Setiap penyertaan modal dilakukan secara terbuka dengan skema pembagian keuntungan maupun risiko usaha secara bersama.
Konsep ini diharapkan mampu menciptakan rasa memiliki di kalangan masyarakat sekaligus memperkuat keberlanjutan usaha.
Selain itu, Sragen Mart juga diharapkan dapat menjadi model ritel berbasis komunitas yang mampu mendorong UMKM lokal naik kelas serta memperkuat rantai pasok dari wilayah sendiri.
Ke depan, pengelola berharap Sragen Mart dapat berkembang dan menjadi contoh bagi pengembangan pusat ritel komunitas di daerah lain.
Editor : Joko Piroso