get app
inews
Aa Text
Read Next : Jelang Muktamar ke-15, Pembukaan Tanwir III NA Tegaskan Kehadiran Peserta dari Aceh hingga Papua

Kejar Peringkat Nasional, Pemkab Sragen Genjot 200 Inovasi untuk IGA 2026

Kamis, 09 April 2026 | 17:31 WIB
header img
Kegiatan pengarahan Innovative Government Award (IGA) 2026 di Aula MPP Sragen yang diikuti perwakilan perangkat daerah.Foto: Istimewa

SRAGEN, iNewsSragen.id - Pemerintah Kabupaten Sragen melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) menggelar kegiatan pengarahan Innovative Government Award (IGA) 2026 di Aula Mall Pelayanan Publik (MPP) Sragen, Rabu (8/4/2026). Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat kualitas inovasi daerah sekaligus mendorong peningkatan peringkat Sragen di tingkat nasional.

Kepala Bapperida Sragen, Dwiyanto, dalam laporannya menekankan pentingnya penguatan ekosistem inovasi di lingkungan pemerintah daerah. Ia menyebut, capaian inovasi Sragen terus menunjukkan tren positif, meski masih menghadapi sejumlah tantangan dalam memenuhi indikator penilaian nasional.

Pengarahan kegiatan disampaikan oleh Bupati Sragen yang diwakili Sekretaris Daerah, dr. Hargiyanto. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi seluruh perangkat daerah atas kontribusi dalam mendorong inovasi, termasuk dukungan dari Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri.

Menurutnya, capaian peringkat IGA Sragen menunjukkan peningkatan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Setelah sempat berada di peringkat 123 pada 2020, Sragen berhasil naik ke posisi 33 (2021), 5 (2022), 4 (2023), 3 (2024), dan berada di posisi 8 pada 2025.

“Capaian ini menunjukkan bahwa dengan kerja keras, konsistensi, dan inovasi, keterbatasan bukan menjadi penghalang untuk berprestasi di tingkat nasional,” ujarnya.

Materi pengarahan IGA turut disampaikan oleh Kepala Pusat Strategi Kebijakan Pengembangan SDM, Teknologi Informasi dan Inovasi Pemerintahan Dalam Negeri BSKDN Kemendagri RI, Dr. Ir. David Yama. Dalam paparannya, ia menegaskan bahwa data dukung inovasi memiliki peran penting dalam penilaian.

Ia menjelaskan bahwa inovasi tidak cukup hanya berupa konsep, melainkan harus memiliki bukti implementasi yang jelas, dampak yang terukur, serta keberlanjutan program yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Validitas dan kelengkapan data dukung menjadi indikator utama dalam menentukan tingkat kematangan inovasi daerah,” jelasnya.

Kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif antara peserta dan narasumber. Perwakilan perangkat daerah tampak aktif menyampaikan berbagai praktik baik serta kendala yang dihadapi dalam pengembangan inovasi di instansi masing-masing.

Dalam kesempatan tersebut, ditegaskan bahwa untuk mencapai nilai optimal pada IGA 2026, Kabupaten Sragen menargetkan minimal 200 inovasi dalam dua tahun terakhir penilaian, atau sekitar 100 inovasi setiap tahun. Dengan jumlah 101 perangkat daerah, masing-masing diharapkan mampu menghasilkan setidaknya satu inovasi setiap tahun.

Menariknya, inovasi kini juga menjadi salah satu indikator kinerja yang berpengaruh terhadap Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP), sehingga diharapkan mampu mendorong partisipasi aktif seluruh aparatur.

Melalui kegiatan ini, Pemkab Sragen menargetkan dapat kembali menembus papan atas dalam ajang Innovative Government Award 2026. Selain itu, inovasi yang dihasilkan diharapkan tidak hanya bersifat administratif, tetapi benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Pemkab Sragen optimistis, dengan kolaborasi dan komitmen seluruh perangkat daerah, inovasi yang dihasilkan dapat semakin berkualitas dan berdaya saing, sekaligus memperkuat posisi Sragen sebagai salah satu daerah inovatif di Indonesia.

Editor : Joko Piroso

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut