Awu Sepuh Kritik PB XIV Mangkubumi dan Purboyo, Minta Jenguk Abdi Dalem Korban Banjir
SOLO,iNewsSragen.id — Kritik tajam datang dari trah awu sepuh Keraton Surakarta terhadap dua raja, PB XIV Mangkubumi dan Purboyo, menyusul bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kota Solo.
BRM Nugroho Iman Saputro, salah satu cucu Pakubuwono XI, menyayangkan sikap kedua tokoh tersebut yang dinilai belum menunjukkan empati terhadap abdi dalem Keraton Surakarta yang turut terdampak.
Menurut Nugroho, seorang pemimpin seharusnya hadir di tengah rakyat, terlebih saat krisis. Ia menilai, baik Mangkubumi maupun Purboyo terkesan menjaga jarak dan belum menunjukkan kepedulian nyata.
“Kalau betul-betul seorang raja, mestinya jangan hanya duduk di kursi empuk singgasana. Di wilayah terdampak seperti Joyotakan, Kecamatan Serengan, masih ada abdi dalem prajurit yang setia mengabdi jadi korban banjir. Mereka perlu ditengok,” ujarnya, Rabu (15/4/2026).
Ia secara khusus mendorong kedua tokoh Keraton itu untuk turun langsung menjenguk para abdi dalem yang menjadi korban banjir, sebagai bentuk tanggung jawab moral dan kedekatan raja dengan rakyatnya.
Nugroho menegaskan, komunikasi pemimpin di tengah bencana semestinya memberi keteduhan dan harapan, bukan justru terkesan menghindar. Abdi dalem, menurutnya membutuhkan perhatian dan kehadiran nyata dari rajanya.
Lebih jauh, ia menyebut bencana ini sebagai momentum refleksi bagi kepemimpinan di Keraton Surakarta. “Ini ujian yang tidak diajarkan di sekolah formal. Ini ajang pembuktian siapa yang benar-benar layak memimpin,” tegasnya.
Diketahui, banjir melanda sejumlah kawasan di Solo pada Selasa malam (14/4/2026) hingga Rabu dinihari (15/4/2026), setelah hujan deras mengguyur tanpa henti. Selain curah hujan tinggi, limpahan air dari wilayah kabupaten sekitar turut memperparah kondisi di beberapa titik terdampak.
Editor: Joko Piroso