Banjir Kepung Kota Solo, Ratusan Keluarga Mengungsi ke Titik Aman
SOLO, iNewsSragen.id - Hujan deras dengan durasi panjang yang mengguyur wilayah Solo Raya sejak Selasa (14/4/2026) malam mengakibatkan banjir di sejumlah titik di Kota Surakarta. Ratusan kepala keluarga (KK) terdampak, bahkan sebagian warga terpaksa mengungsi ke lokasi aman.
Berdasarkan data BPBD Kota Surakarta hingga Rabu (15/4) pagi, banjir merendam permukiman di sedikitnya sembilan kelurahan.
Kepala Pelaksana Harian BPBD, Dwi Ari Daryatmo, menyampaikan bahwa Tim Reaksi Cepat (TRC) telah diterjunkan sejak Selasa malam sekitar pukul 21.42 WIB untuk melakukan asesmen dan evakuasi warga.
“Hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan air meluap dan menggenangi permukiman. Fokus kami adalah evakuasi kelompok rentan serta distribusi bantuan logistik darurat,” ujarnya.
Wilayah terdampak cukup luas. Di Kelurahan Panularan, tercatat sekitar 187 KK terdampak. Kelurahan Joyosuran sebanyak 117 KK, sementara di Kelurahan Tipes jumlahnya mencapai lebih dari 200 KK yang tersebar di beberapa RW.
Selain itu, banjir juga melanda Kelurahan Pajang dengan 102 KK terdampak. Di Kelurahan Bumi, sekitar 60 KK terdampak, termasuk kelompok rentan seperti lansia dan balita. Genangan juga dilaporkan terjadi di Kelurahan Kratonan, Joyontakan, Sondakan, dan Laweyan.
Sejumlah warga telah dievakuasi ke berbagai titik pengungsian. Di antaranya di Masjid Al-Furqon Panularan sebanyak 11 jiwa, Gedung LDII dan balai warga di Pajang 38 jiwa, serta Gedung TK di Bumi sebanyak 30 jiwa.
Selain itu, pengungsian juga tercatat di Masjid Al Hidayah Joyontakan sebanyak 14 jiwa, serta di rumah warga di Tipes yang menampung 18 jiwa, termasuk lansia dan balita.
Untuk memenuhi kebutuhan dasar pengungsi, BPBD telah menyalurkan bantuan logistik berupa 70 lembar matras, 70 selimut, enam boks hygiene kit, serta 10 paket sembako.
Sebanyak 17 personel BPBD dibantu tim cadangan masih disiagakan di lapangan untuk melakukan evakuasi lanjutan serta pemantauan kondisi debit air.
Editor : Joko Piroso