Viral Info Pembuatan SIM Langsung Jadi, Satlantas Polres Sukoharjo Pastikan Hoaks
SUKOHARJO,iNewsSragen.id – Informasi viral mengenai layanan pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM) “langsung jadi” yang mengatasnamakan Polres Sukoharjo dipastikan hoaks. Satlantas Polres Sukoharjo menegaskan kabar yang beredar luas melalui grup WhatsApp tersebut merupakan modus penipuan untuk mencari korban.
Poster yang tersebar memuat tawaran pengurusan SIM cepat dan mudah tanpa proses rumit. Bahkan, dicantumkan jadwal pelayanan, nomor kontak WhatsApp, hingga klaim layanan berlaku untuk pemilik KTP seluruh Indonesia di lingkungan Polres Sukoharjo.
Sekilas, tampilan poster dibuat menyerupai pengumuman resmi dengan desain bernuansa institusi pemerintah sehingga membuat sebagian masyarakat percaya.
Kapolres Sukoharjo melalui Kasat Lantas AKP Doohan Octa Prasetya memastikan informasi tersebut bukan bagian dari layanan resmi Satlantas Polres Sukoharjo.
“Informasi itu tidak benar. Itu modus penipuan yang mengatasnamakan layanan pembuatan SIM,” tegas Doohan, Jumat (15/5/2026).
Menurutnya, pelaku memanfaatkan keinginan masyarakat yang ingin mendapatkan SIM secara instan tanpa antre panjang maupun tanpa mengikuti tahapan resmi.
Calon korban biasanya diarahkan untuk berkomunikasi melalui WhatsApp, lalu diminta mentransfer sejumlah uang dengan alasan biaya administrasi, booking kuota, hingga percepatan proses penerbitan SIM.
“Biasanya korban diminta mentransfer uang terlebih dahulu dengan alasan agar proses dipercepat atau untuk mengamankan kuota,” ujarnya.
Doohan menegaskan Satlantas Polres Sukoharjo tidak pernah membuka layanan pembuatan SIM melalui transfer pribadi sebagaimana tercantum dalam pesan berantai tersebut.
Ia memastikan seluruh proses penerbitan SIM tetap harus melalui prosedur resmi, mulai dari administrasi, ujian teori, hingga ujian praktik, dengan pembayaran melalui mekanisme yang sah.
Karena itu, masyarakat diminta tidak mudah percaya terhadap informasi yang beredar di media sosial maupun grup percakapan yang mencatut nama institusi kepolisian tanpa verifikasi.
“Kalau ada informasi seperti itu, silakan konfirmasi langsung ke Satlantas atau kanal resmi Polri. Jangan mudah tergiur dengan iming-iming SIM cepat jadi,” katanya.
Belakangan, modus penipuan berkedok layanan administrasi memang marak terjadi. Pelaku sengaja membuat desain poster menyerupai pengumuman resmi agar terlihat meyakinkan dan mudah dipercaya masyarakat.
Dalam kasus yang beredar di Sukoharjo, dugaan penipuan mulai terendus setelah peserta diwajibkan mentransfer uang ke rekening tertentu sehari sebelum pelaksanaan layanan.
Polisi pun mengimbau masyarakat agar lebih teliti, tidak mudah memberikan data pribadi, serta tidak melakukan transfer kepada pihak yang belum jelas identitasnya.
“Pembuatan SIM tetap harus mengikuti prosedur resmi. Kalau ada yang menawarkan langsung jadi tanpa tahapan, itu patut dicurigai,” tandas Doohan.
Editor : Joko Piroso