Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Puluhan Tahun Hidup dalam Ancaman Tanah Bergerak, Warga Desa Sambi Waswas
Advertisement . Scroll to see content

Narasi Gunung Lawu Bakal Erupsi Besar Viral di Medsos, Badan Geologi: Tidak Benar, Hoaks!

Rabu, 17 Juni 2026 | 17:14 WIB
  • author Binti Mufarida
Narasi Gunung Lawu Bakal Erupsi Besar Viral di Medsos, Badan Geologi: Tidak Benar, Hoaks!
Gunung Lawu. Foto: Dok

JAKARTA, iNewsSragen.id – Jagat media sosial, khususnya platform Threads, digegerkan oleh sebuah narasi yang mengklaim bahwa Gunung  Lawu akan mengalami erupsi besar. Unggahan tersebut menyebutkan adanya kenaikan lava, pengisian kantong magma (chamber), hingga tekanan lempeng dari jalur Bojonegoro.

Menanggapi rumor yang meresahkan ini, Badan Geologi Kementerian ESDM langsung angkat bicara dan memastikan kabar tersebut sepenuhnya palsu.

“Badan Geologi dengan tegas menyatakan bahwa informasi tersebut adalah tidak benar (hoax),” tegas Plt Kepala Badan Geologi Lana Saria dalam keterangan tertulisnya, Rabu (17/6/2026).

Sebagai informasi, Gunungapi Lawu terletak di perbatasan antara Provinsi Jawa Tengah (Kabupaten Karanganyar) dan Provinsi Jawa Timur (Kabupaten Magetan). Gunung dengan elevasi 3.265 meter di atas permukaan laut ini secara geografis berada pada koordinat -7.6284 LS dan 111.1942 BT.

Lana Saria mengungkapkan bahwa berdasarkan klasifikasinya, Gunungapi Lawu masuk ke dalam kategori gunungapi tipe B. Artinya, gunung ini tidak pernah lagi mengalami erupsi magmatik setelah tahun 1600, meski masih menunjukkan gejala aktivitas vulkanik pasif.

“Tidak ada catatan sejarah tentang aktivitas Gunungapi Lawu di masa lalu. Aktivitas vulkanik Gunungapi Lawu saat ini berupa aktivitas gas solfatara di Kawah Candradimuka,” jelasnya.

Untuk memantau kondisinya, tim dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) serta Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) telah melakukan penyelidikan geokimia berkala pada tahun 2021 dan 2023.

Hasil penelitian menunjukkan komposisi gas di Kawah Candradimuka masih dalam batas normal, yang terdiri dari uap air. 

“Hasil pengukuran suhu di Kawah Candradimuka menunjukkan nilai 90,8‒92 ℃ yang mengindikasikan tidak terjadi kenaikan lava ke permukaan,” tegasnya.

Aktivitas Magma Tetap Normal dan Stabil

Meskipun hasil analisis kimia pada sampel air panas di sekitar lereng menunjukkan bahwa sistem magmatisme di perut Gunung Lawu masih aktif, Badan Geologi menegaskan tidak ada lonjakan aktivitas yang membahayakan.

“Namun demikian dari hasil analisis dan beberapa frekuensi pengambilan sampel menunjukan bahwa tidak terjadi perubahan komposisi kimia air dan gas vulkanik yang signifikan yang mengindikasikan tidak adanya kenaikan fluida (campuran gas, cairan, dan padatan batuan) ke permukaan Gunungapi Lawu sebagaimana ditulis dalam narasi hoaks di media sosial,” pungkasnya.

Editor: Vitrianda Hilba Siregar

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut