Nyalakan Lilin Saat Mati Lampu, Rumah Lansia 80 Tahun di Sragen Terbakar Hebat
SRAGEN, iNewsSragen.id – Musibah kebakaran menimpa seorang lansia yang hidup seorang diri di Dukuh Telon RT 39, Desa Sambi, Kecamatan Sambirejo, Kabupaten Sragen. Rumah milik Mbah Painem (80) ludes terbakar setelah api dari lilin penerangan diduga menyambar bagian rumah, Sabtu (20/6/2026) dini hari.
Kebakaran terjadi saat wilayah tersebut mengalami pemadaman listrik. Korban yang membutuhkan penerangan kemudian menyalakan lilin dan meletakkannya di atas meja di dalam rumah.
Karena tinggal seorang diri, Mbah Painem kemudian berjalan kaki menuju rumah tetangganya, Harso Saputro (69), sekitar pukul 18.00 WIB untuk berbincang sembari menunggu listrik kembali menyala.
Namun, tanpa diduga api lilin tersebut diduga menyambar gorden yang berada di dekatnya. Api kemudian cepat membesar dan merambat ke bagian kamar tidur yang terdapat kasur berbahan kapuk.
Sekitar pukul 19.30 WIB, Harso Saputro melihat kobaran api membumbung dari bagian belakang rumah Mbah Painem. Ia langsung meminta pertolongan warga sekitar.
Warga yang datang berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya. Kepala Desa Sambi, Kresna Widya Permana, kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada petugas kepolisian dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Sragen.
Kabid Damkar Kabupaten Sragen Tommy Isharyanto mengatakan, setelah menerima laporan, petugas langsung menuju lokasi dengan membawa unit pemadam dan kendaraan pendukung.
“Petugas melakukan penyemprotan intensif selama kurang lebih satu jam. Pemadaman total dan pendinginan selesai sekitar pukul 21.00 WIB,” jelas Tommy.
Akibat kebakaran tersebut, bagian belakang rumah korban terbakar hebat. Api menghanguskan sejumlah bagian bangunan, mulai dari kerangka kayu, reng, usuk, hingga atap rumah.
Sejumlah barang berharga milik korban juga tidak dapat diselamatkan, di antaranya lemari, meja, kursi, televisi, tempat tidur, serta perlengkapan dapur.
Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari melalui Kapolsek Sambirejo membenarkan kejadian tersebut. Polisi memastikan tidak ada korban jiwa dalam musibah ini.
Namun, korban mengalami syok hingga sempat pingsan setelah melihat rumahnya terbakar. Mbah Painem kemudian mendapat penanganan medis di Puskesmas Sambirejo.
“Korban mengalami syok dan sudah mendapatkan perawatan. Untuk kerugian materiil diperkirakan mencapai sekitar Rp30 juta,” kata Kapolsek.
Penanganan di lokasi melibatkan petugas Pemadam Kebakaran Kabupaten Sragen, Polsek Sambirejo, Unit Identifikasi Polres Sragen, Koramil Sambirejo, tenaga medis, serta relawan.
Polisi juga melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati menggunakan alat penerangan alternatif seperti lilin maupun lampu teplok saat terjadi pemadaman listrik.
Peristiwa tersebut menjadi pengingat pentingnya pengawasan terhadap sumber api kecil di dalam rumah, terutama saat ditinggalkan dalam kondisi kosong.
Editor : Joko Piroso