Bupati Sigit Resmikan Balai Rakyat Hasil Donasi Warga Sragen bagi Korban Banjir Aceh Tamiang
ACEH TAMIANG, iNewsSragen.id – Kepedulian masyarakat Kabupaten Sragen terhadap korban banjir bandang di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, pada akhir 2025, kini membuahkan hasil nyata. Donasi sebesar Rp901.043.460 yang dihimpun melalui Gerakan Sragen Peduli Bencana telah diwujudkan dalam pembangunan tiga Balai Rakyat beserta fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) di Kecamatan Karangbaru, Seruway, dan Manyak Payed.
Ketiga bangunan tersebut diresmikan langsung oleh Bupati Sragen Sigit Pamungkas pada Kamis (3/7/2026). Dalam kunjungan tersebut, Bupati didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Sragen dr. Hargiyanto serta Kepala Bapperida Kabupaten Sragen Dwiyanto.
Pembangunan Balai Rakyat dan fasilitas MCK menjadi wujud nyata solidaritas masyarakat Sragen kepada warga Aceh Tamiang yang terdampak banjir bandang. Dana hasil donasi masyarakat dimanfaatkan untuk membangun tiga gedung yang dapat difungsikan sebagai pusat kegiatan keagamaan dan sosial masyarakat, lengkap dengan sarana sanitasi yang memadai.
Bupati Sigit Pamungkas mengatakan kehadiran rombongan Pemerintah Kabupaten Sragen di Aceh Tamiang bukan sekadar meresmikan bangunan, melainkan menyampaikan amanah masyarakat Sragen yang sejak awal menunjukkan kepedulian terhadap para korban bencana.
"Hari ini kami berada di Kabupaten Aceh Tamiang untuk meresmikan Balai Rakyat beserta MCK yang merupakan hasil donasi masyarakat Sragen. Ketika saudara-saudara kita di Aceh Tamiang tertimpa musibah banjir bandang, masyarakat Sragen ikut merasakan duka yang sama. Alhamdulillah, amanah itu kini telah terwujud menjadi tiga Balai Rakyat di Kecamatan Karangbaru, Seruway, dan Manyak Payed," ujar Sigit.
Selain meresmikan bangunan, Pemerintah Kabupaten Sragen juga menyerahkan bantuan paket sembako kepada 50 warga Aceh Tamiang yang membutuhkan. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat yang masih berupaya memulihkan kondisi pascabencana.
Menurut Sigit, bantuan yang diberikan bukan hanya menghadirkan bangunan fisik, tetapi juga menjadi simbol eratnya persaudaraan antara masyarakat Sragen dan Aceh Tamiang.
"Sesungguhnya yang kami bangun hari ini bukan hanya gedung pengajian dan MCK, tetapi juga jembatan persaudaraan antara masyarakat Sragen dengan masyarakat Aceh Tamiang. Semoga bangunan ini menjadi tempat masyarakat berkumpul, belajar mengaji, mempererat silaturahmi, dan memberi manfaat bagi generasi yang akan datang," katanya.
Ia berharap hubungan baik antara kedua daerah dapat terus terjalin, tidak hanya ketika terjadi bencana, tetapi juga melalui berbagai bentuk kerja sama dan saling mendukung dalam pembangunan.
Sementara itu, perwakilan Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, Ahmad Yani, menyampaikan apresiasi atas kepedulian Pemerintah Kabupaten Sragen beserta seluruh masyarakat yang telah memberikan bantuan kepada warga terdampak banjir bandang.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Sragen dan seluruh masyarakat Sragen atas kepeduliannya. Bantuan ini sangat bermanfaat dan menjadi bukti nyata persaudaraan antardaerah," ujarnya.
Ia berharap Balai Rakyat beserta fasilitas MCK yang telah dibangun dapat dimanfaatkan secara optimal sebagai pusat kegiatan keagamaan, sosial, dan kemasyarakatan.
Melalui program tersebut, semangat gotong royong yang ditunjukkan masyarakat Sragen diharapkan menjadi inspirasi sekaligus memperkuat ikatan persaudaraan antardaerah, serta menghadirkan harapan baru bagi masyarakat Aceh Tamiang yang tengah bangkit dari bencana.
Editor: Joko Piroso