Harga Telur di Sragen Anjlok ke Rp19 Ribu per Kg! Peternak Tertekan, UMKM Justru Diuntungkan
Saat ditanya mengenai dugaan pengaruh liburnya program Makan Bergizi Gratis (MBG) terhadap penurunan harga telur, Kunto menyatakan pihaknya belum dapat menyimpulkan penyebab pasti dan masih melakukan pemantauan terhadap perkembangan pasar.
Sementara itu, Ketua Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat (Pinsar) Jawa Tengah, Parjuni, menilai turunnya harga dipicu oleh melimpahnya pasokan telur di pasar sehingga melebihi kebutuhan.
Menurutnya, persoalan tersebut merupakan masalah yang telah berulang selama bertahun-tahun dan membutuhkan langkah penanganan yang lebih komprehensif dari pemerintah.
"Ini bukan persoalan hari ini saja. Masalah ini sudah bertahun-tahun dan terus berulang. Artinya fokus pemerintah pada penanganan sektor perunggasan masih perlu diperkuat," katanya.
Parjuni mengungkapkan pihaknya telah menyampaikan kondisi tersebut kepada pemerintah pusat melalui koordinasi dengan Wakil Menteri dan Direktur Jenderal terkait. Ia juga berharap adanya kebijakan yang lebih fokus untuk menjaga keseimbangan produksi dan kebutuhan pasar sehingga harga telur tetap stabil.
Editor: Joko Piroso