Harga Telur di Sragen Anjlok ke Rp19 Ribu per Kg! Peternak Tertekan, UMKM Justru Diuntungkan
Di sisi lain, penurunan harga disambut positif oleh pelaku UMKM yang menggunakan telur sebagai bahan baku utama.
Mulyani, pelaku usaha kuliner di Sragen, mengaku biaya produksinya kini lebih ringan sehingga margin usaha meningkat. Meski demikian, ia mengaku turut prihatin terhadap kondisi yang dihadapi para peternak.
"Kalau pelaku UMKM tentu senang karena harga telur turun. Yang kasihan justru peternaknya. Sekarang masih ada yang menjual Rp22.000 per kilogram, padahal dulu harga eceran bisa sampai Rp29.000 per kilogram," ujarnya.
Penurunan harga telur dinilai paling menguntungkan bagi industri rumahan pembuat kue dan roti yang setiap hari membutuhkan telur dalam jumlah besar.
Hingga kini, para peternak berharap pemerintah dapat mengambil langkah untuk menjaga stabilitas harga telur, mengingat biaya pakan dan operasional kandang masih relatif tinggi sehingga penurunan harga jual berpotensi mengurangi keuntungan bahkan menimbulkan kerugian.
Editor: Joko Piroso