Lestarikan Warisan PB X, Kirab Budaya dan Jamasan Gangsa Sriwedari Sukses Digelar
Astrid juga menambahkan bahwa doa-doa yang dipanjatkan dalam ritual ini ditujukan agar keberadaan WO Sriwedari dapat terus membawa manfaat dan berkah bagi seluruh pengisi acara, para seniman yang mencari nafkah di sana, hingga masyarakat luas yang menikmati pertunjukannya.
Kabar baik turut datang dari perkembangan pariwisata dan budaya di Surakarta. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surakarta, Maretha Dinar Cahyono, mengungkapkan adanya tren positif berupa peningkatan jumlah penonton wayang orang di Sriwedari dari tahun ke tahun, di mana penonton kini semakin didominasi oleh generasi muda.
Merespons antusiasme yang tinggi tersebut, Pemkot Surakarta telah merencanakan langkah strategis untuk masa depan. Mengingat usia bangunan gedung yang sudah cukup tua, pemerintah akan memasukkan anggaran khusus pada tahun depan untuk program revitalisasi Gedung WO Sriwedari agar penonton dan seniman semakin nyaman.
Sebagai informasi, pertunjukan wayang orang di Sriwedari sendiri aktif digelar hampir setiap hari, mulai dari hari Senin hingga Sabtu, pukul 20.00 sampai 22.30 WIB dengan harga tiket yang sangat terjangkau, yaitu Rp20.000.
Pada hari biasa, jumlah penonton berkisar antara 100 hingga 300 orang, sementara pada akhir pekan (weekend) atau musim liburan, pelataran kursi penonton bisa dipadati oleh 500 hingga 700 pengunjung.
Editor : Joko Piroso