Polisi Evakuasi Petani yang Tewas di Kebun Jagung Sumberlawang, Ini Hasil Pemeriksaan Awal
SRAGEN, iNewsSragen.id – Seorang petani ditemukan meninggal dunia di area kebun jagung di Dukuh Jengglong, Desa Mojopuro, Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen, Kamis (16/7/2026). Hasil pemeriksaan awal kepolisian dan tim medis mengarah pada dugaan korban meninggal akibat serangan jantung.
Korban diketahui bernama Surojoyo Sukiman (65), warga Dukuh Jengglong RT 01, Desa Mojopuro, Kecamatan Sumberlawang. Jasad korban pertama kali ditemukan oleh adiknya sendiri dalam kondisi telungkup di lahan pertanian.
Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari melalui Kapolsek Sumberlawang AKP Sudarmaji membenarkan adanya peristiwa tersebut.
Menurutnya, sebelum ditemukan meninggal dunia, korban masih beraktivitas seperti biasa di lahan jagung miliknya.
"Sekira pukul 11.00 WIB korban sempat pulang ke rumah setelah mengairi sawah jagung menggunakan mesin diesel sedot air. Kemudian sekitar pukul 12.00 WIB korban kembali ke sawah untuk melanjutkan pekerjaannya," ujar AKP Sudarmaji, Jumat (17/7/2026).
Peristiwa itu terungkap sekitar pukul 16.00 WIB ketika Karmin Parto Setio (52), yang sedang bekerja di lahan pertanian di sebelah lokasi korban, melihat seseorang tergeletak dalam posisi telungkup di tengah kebun jagung.
Saat didekati, Karmin mendapati sosok tersebut merupakan kakaknya sendiri. Ia kemudian meminta pertolongan warga sekitar.
Seorang warga lain, Bambang Sutrisno (55), datang membantu mengevakuasi korban ke jalan sawah agar lebih mudah dijangkau. Selanjutnya kejadian tersebut dilaporkan ke Polsek Sumberlawang sekitar pukul 16.30 WIB.
Menerima laporan itu, personel Polsek Sumberlawang bersama Tim Inafis Polres Sragen dan tenaga medis dari Puskesmas Sumberlawang mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan terhadap jenazah.
Di lokasi, petugas turut mengamankan sejumlah barang yang berada di sekitar korban, di antaranya sambungan pipa paralon dan selang plastik yang digunakan untuk pengairan lahan.
Berdasarkan hasil pemeriksaan luar oleh tim medis bersama Tim Inafis, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
"Hasil pemeriksaan sementara mengarah pada dugaan korban meninggal akibat serangan jantung. Diperkirakan korban telah meninggal lebih dari tiga jam sebelum ditemukan. Ditemukan luka melepuh pada lengan kiri dan betis kaki kiri yang diduga akibat paparan sinar matahari," jelas AKP Sudarmaji.
Keterangan dari keluarga dan warga sekitar juga menyebutkan bahwa sebelum kembali ke sawah, korban sempat mengeluhkan kondisi badan kurang sehat dan telah berobat.
Setelah proses identifikasi dan pemeriksaan selesai, jenazah korban dievakuasi ke rumah duka untuk diserahkan kepada keluarga.
Polisi menyatakan penyelidikan telah dilakukan dan berdasarkan hasil pemeriksaan awal tidak ditemukan indikasi tindak pidana. Meski demikian, kepolisian tetap melakukan pencatatan dan dokumentasi sebagai bagian dari prosedur penanganan kejadian.
Editor: Joko Piroso