Pencarian Mahasiswa yang Diduga Tenggelam di Bengawan Solo Sragen Terus Berlanjut
SRAGEN, iNewsSragen.id – Tim gabungan melanjutkan pencarian mahasiswa yang diduga tenggelam di aliran Sungai Bengawan Solo, Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen. Hingga malam hari, korban bernama Irsad Rivai Musslih (19), warga Desa Gawan, Kecamatan Tanon, belum berhasil ditemukan.
Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari melalui Kapolsek Tanon Iptu Priyatno mengatakan, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 14.30 WIB saat korban bersama seorang rekannya berada di tepi Sungai Bengawan Solo.
Berdasarkan hasil penyelidikan awal dan keterangan para saksi, korban kemudian memutuskan berenang bersama rekannya. Namun, korban diduga terseret arus sungai yang cukup deras.
"Rekan korban sempat berusaha memberikan pertolongan. Namun karena arus cukup deras, keduanya ikut hanyut. Salah seorang berhasil diselamatkan warga menggunakan pelampung darurat, sedangkan korban belum ditemukan," ujar Iptu Priyatno, Senin (20/7/2026).
Rekan korban selanjutnya dievakuasi ke Puskesmas Tanon I untuk mendapatkan penanganan medis. Sementara itu, korban diduga tenggelam dan hingga kini masih dalam proses pencarian.
Mendapat laporan kejadian tersebut, personel Polsek Tanon bersama tim gabungan langsung melakukan operasi pencarian. Unsur yang terlibat meliputi BPBD Kabupaten Sragen, Tim Reaksi Cepat (TRC), Damkar Kabupaten Sragen, Tim Medis, Tim Inafis Polres Sragen, personel Samapta Polres Sragen, serta sejumlah relawan.
Tim gabungan menyisir aliran Sungai Bengawan Solo dari titik terakhir korban terlihat hingga beberapa kilometer ke arah hilir. Posko pencarian juga didirikan di sekitar lokasi sebagai pusat koordinasi operasi pencarian.
Kapolsek Tanon menjelaskan, proses pencarian terkendala kondisi arus sungai yang cukup deras serta minimnya pencahayaan saat malam hari. Oleh karena itu, seluruh personel diminta mengutamakan aspek keselamatan selama pelaksanaan operasi.
"Pencarian akan terus kami lanjutkan bersama seluruh unsur tim gabungan dengan tetap mengedepankan keselamatan personel di lapangan," katanya.
Polisi juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di kawasan sungai, khususnya di titik-titik yang memiliki arus deras dan kedalaman yang berpotensi membahayakan.
"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak berenang di Sungai Bengawan Solo, terutama pada lokasi yang memiliki arus kuat. Keselamatan harus menjadi prioritas agar kejadian serupa tidak terulang," tegas Iptu Priyatno.
Peristiwa tersebut menjadi pengingat bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di perairan, terutama ketika debit air sungai masih relatif tinggi. Hingga berita ini ditulis, operasi pencarian terhadap korban masih terus berlangsung.
Editor : Joko Piroso