get app
inews
Aa Text
Read Next : Operasional MBG Disetop Saat Libur Sekolah, Pakar Ingatkan Pentingnya Evaluasi Menyeluruh

Zulhas Ultimatum SPPG MBG: Tak Serap Bahan Pangan Desa, Siap-Siap Ditutup

Jum'at, 31 Juli 2026 | 19:47 WIB
header img
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan meninjau budidaya ikan bioflok Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Kamolan, Blora.Foto:iNews/Heri P

BLORA, iNewsSragen.idMenteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan pengelola SPPG Program Makan Bergizi Gratis wajib menyerap bahan pangan dari desa. Pengelola yang tetap bergantung pada distributor besar akan diberikan peringatan bertahap hingga terancam ditutup apabila tidak melakukan perbaikan.

Pernyataan tersebut disampaikan Zulkifli Hasan saat meninjau budidaya ikan tematik Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Kamolan di Sendang Bangeran, Desa Kamolan, Kecamatan Blora, Jumat (31/7/2026).

Menurut pria yang akrab disapa Zulhas itu, seluruh kebutuhan bahan baku Program Makan Bergizi Gratis harus dipenuhi dari Koperasi Desa Merah Putih, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), koperasi nelayan, maupun pelaku usaha lokal agar manfaat ekonomi program dapat dirasakan langsung oleh masyarakat desa.

"SPPG harus membeli dari Koperasi Desa Merah Putih, koperasi nelayan, BUMDes, atau usaha yang ada di desa itu. Tidak boleh semuanya dibeli dari distributor besar," tegas Zulhas.

Ia menjelaskan, Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas gizi anak-anak, tetapi juga dirancang sebagai penggerak ekonomi desa melalui penguatan rantai pasok pangan lokal.

Karena itu, apabila suatu desa memiliki komoditas seperti ikan lele, telur, ayam, sayuran, buah-buahan, maupun beras, kebutuhan SPPG diharapkan dipenuhi dari hasil produksi desa tersebut.

"Kalau di desa ada ikan lele, ambil lele dari desa. Kalau ada telur, ayam, sayuran, buah-buahan, dan beras, ambil dari desa. Kita ingin ekonomi rakyat tumbuh. Jangan sampai yang menikmati hanya usaha-usaha besar," ujarnya.

Zulhas menegaskan pemerintah akan melakukan evaluasi terhadap pengelola SPPG yang tidak menjalankan kebijakan tersebut.

"Kalau tidak mengambil dari desa, kita ingatkan. Dua kali kita ingatkan, tiga kali kita ingatkan. Empat kali, tutup SPPG-nya," katanya.

Dalam kunjungan itu, Zulhas didampingi Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Bupati Blora Arief Rohman, Wakil Bupati Sri Setyorini, Forkopimda, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah.

Menurut Zulhas, pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak boleh hanya terpusat di kota-kota besar. Program MBG diharapkan mampu menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di desa melalui penguatan koperasi dan usaha masyarakat.

"Tidak mungkin Indonesia maju kalau yang maju hanya Jakarta. Harus ada pusat pertumbuhan ekonomi di desa-desa. Karena itu dibentuk Koperasi Desa Merah Putih, Koperasi Nelayan Merah Putih, dan usaha-usaha desa lainnya agar rakyat ikut menikmati pembangunan," jelasnya.

Pada kesempatan tersebut, Zulhas bersama Menteri Kelautan dan Perikanan serta Menteri Desa melakukan penebaran benih lele dan panen lima kolam bioflok di KDMP Kamolan.

Lele hasil budidaya koperasi dipasarkan untuk memenuhi kebutuhan empat SPPG dengan harga Rp25 ribu per kilogram dalam kondisi bersih. Volume pasokan berkisar 150 hingga 300 kilogram setiap pemesanan.

Menurut Zulhas, pola tersebut menjadi contoh penerapan closed-loop economy, yakni hasil produksi masyarakat desa langsung diserap Program MBG sehingga perputaran ekonomi tetap berada di tingkat desa.

"Lele dari desa masuk ke SPPG. Nanti telur dari desa, ayam dari desa, sayuran dari desa, beras dari desa. Uangnya berputar di desa. Itulah yang kita bangun," ujarnya.

Sementara itu, Bupati Blora Arief Rohman menyambut baik kebijakan pemerintah pusat yang mendorong desa menjadi bagian utama rantai pasok Program Makan Bergizi Gratis.

"Kamolan menjadi contoh bagaimana program ketahanan pangan bisa langsung terkoneksi dengan kebutuhan Makan Bergizi Gratis. Yang tumbuh bukan hanya produksi ikannya, tetapi juga ekonomi masyarakat desanya," kata Arief.

Selain KDMP Kamolan, bantuan budidaya ikan bioflok dari Kementerian Kelautan dan Perikanan juga disalurkan kepada Koperasi Kelurahan Merah Putih Kunden, Koperasi Desa Merah Putih Kentong, dan Koperasi Desa Merah Putih Sambongrejo. Masing-masing menerima 24 kolam bioflok, sehingga total terdapat 96 kolam bioflok yang diproyeksikan mendukung pasokan pangan Program Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Blora.

Editor : Joko Piroso

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut