Mahasiswa UMY Kembangkan D-Sense, Alat Pantau Bruksisme pada Penyandang Sindrom Down
YOGYAKARTA, iNewsSragen.id — Mahasiswa UMY mengembangkan D-Sense, perangkat wearable berbasis sensor EMG untuk memantau aktivitas otot rahang yang mengindikasikan bruksisme.
Inovasi ini berangkat dari hambatan komunikasi yang dialami sebagian penyandang sindrom Down, sehingga rasa sakit atau ketidaknyamanan tidak selalu mudah dikenali. Salah satu kondisi yang menjadi perhatian adalah bruksisme atau bruxism, yakni aktivitas otot rahang berulang berupa menggertakkan atau mengatupkan gigi.
D-Sense dikembangkan tim mahasiswa lintas program studi Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) dan Program Studi Teknologi Elektro-Medis UMY, yang diketuai Maryam Zalfaa Aurellia Alattas.
"Kami membuat alat pemantauan ini untuk membantu komunikasi antara pendamping dan pengguna," ujar Maryam, Selasa (15/9/2026).
D-Sense menggunakan sensor elektromiografi (EMG) pada area pipi untuk menangkap aktivitas listrik otot rahang. Data kemudian dikirimkan ke aplikasi yang terhubung dengan perangkat.
Sistem dikalibrasi dengan merekam aktivitas otot saat pengguna melakukan gigitan terkuat. Dalam prototipe ini, tim menggunakan ambang 20 persen dari nilai tersebut sebagai salah satu indikator episode bruksisme.
Editor: Joko Piroso