get app
inews
Aa Text
Read Next : PP Baru Berlaku 1 Agustus, Tarif Naturalisasi WNA Naik 50 Persen, Ini Analisis Pakar UMY

KPDI ke-17 di UMY Bahas Transformasi Perpustakaan Digital di Era Kecerdasan Buatan

Rabu, 05 Agustus 2026 | 18:31 WIB
header img
Peserta mengikuti pembukaan Konferensi Perpustakaan Digital Indonesia (KPDI) ke-17 di Student Dormitory Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Selasa (4/8/2026).Foto: Istimewa

YOGYAKARTA, iNewsSragen.idKonferensi Perpustakaan Digital Indonesia (KPDI) ke-17 resmi dibuka di Student Dormitory Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Selasa (4/8/2026). Mengusung tema "Kesadaran, Perilaku, Interaksi, dan Budaya Informasi di Era Kecerdasan Buatan", konferensi ini menjadi wadah kolaborasi bagi pustakawan, akademisi, peneliti, praktisi teknologi informasi, serta pemangku kepentingan untuk membahas transformasi perpustakaan digital di tengah pesatnya perkembangan Artificial Intelligence (AI).

Ketua Forum Perpustakaan Digital Indonesia, Dr. Joko Santoso, M.Hum., mengatakan perkembangan AI telah mengubah cara masyarakat mencari, mengakses, memanfaatkan, hingga berinteraksi dengan informasi. Menurutnya, perubahan tersebut menuntut perpustakaan untuk tidak hanya bertransformasi dari sisi teknologi, tetapi juga menempatkan manusia sebagai pusat ekosistem informasi.

"Berbeda dengan penyelenggaraan KPDI pada tahun-tahun sebelumnya, KPDI ke-17 tidak hanya menghadirkan seminar dan presentasi makalah ilmiah, tetapi juga memperluas ruang pembelajaran melalui berbagai kegiatan yang lebih aplikatif," ujar Joko.

Ia menjelaskan, penyelenggaraan tahun ini dirancang agar konferensi tidak hanya menjadi forum diseminasi hasil penelitian, tetapi juga ruang berbagi pengalaman, praktik baik, dan kolaborasi dalam pengembangan perpustakaan digital.

Sementara itu, Penanggung Jawab KPDI ke-17, Novy Diana Fauzie, S.S., M.A., menyebut tema konferensi dipilih sebagai respons terhadap perubahan besar yang dibawa AI dalam pengelolaan informasi.

Menurutnya, kecerdasan buatan menghadirkan peluang sekaligus tantangan baru bagi perpustakaan sebagai pusat informasi, pendidikan, penelitian, dan inovasi.

"Melalui penyelenggaraan KPDI ke-17 ini, kami berharap konferensi menjadi wadah kolaborasi bagi pustakawan, akademisi, peneliti, praktisi teknologi informasi, pengembang sistem perpustakaan, serta seluruh pemangku kepentingan untuk saling berbagi pengetahuan, pengalaman, dan inovasi dalam membangun ekosistem perpustakaan digital yang adaptif, inklusif, dan berkemajuan," kata Novy.

Sebagai bentuk penguatan kompetensi peserta, KPDI ke-17 menghadirkan sejumlah program baru yang lebih aplikatif. Untuk pertama kalinya, konferensi menyediakan software clinic yang memungkinkan peserta berkonsultasi langsung mengenai repositori institusi, otomasi perpustakaan, integrasi sistem, pengelolaan data digital, hingga pengembangan layanan berbasis teknologi.

Selain itu, peserta juga mendapat kesempatan mengikuti Call for Papers, Call for Posters, lokakarya, workshop, kompetisi portal website perpustakaan, hingga cultural tour. Hasil karya ilmiah peserta juga berpeluang dipublikasikan pada jurnal nasional terakreditasi SINTA maupun jurnal internasional bereputasi Scopus.

Melalui berbagai inovasi tersebut, penyelenggara berharap KPDI ke-17 mampu memperkuat jejaring kolaborasi antarpemangku kepentingan sekaligus mendorong kesiapan perpustakaan digital menghadapi perkembangan teknologi kecerdasan buatan yang terus berkembang.

Konferensi ini juga menjadi momentum untuk memperkuat peran perpustakaan sebagai ruang pembelajaran, inovasi, dan literasi informasi yang adaptif terhadap perubahan zaman, sehingga mampu memberikan layanan yang relevan bagi masyarakat di era digital.

Editor : Joko Piroso

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut