get app
inews
Aa Text
Read Next : Kalah Judi Online, Pria Asal Gemolong Diduga Gelapkan Motor Korban di Kalijambe

Pencurian Jagung di Sragen Diselesaikan Lewat Restorative Justice, Polisi Utamakan Perdamaian

Jum'at, 07 Agustus 2026 | 18:18 WIB
header img
Kapolsek Jenar bersama korban, pelaku, keluarga, dan perangkat desa saat proses penyelesaian dugaan pencurian jagung melalui mekanisme restorative justice di Mapolsek Jenar, Sragen.Foto: Istimewa

SRAGEN, iNewsSragen.id –  Polsek Jenar menyelesaikan dugaan pencurian jagung melalui restorative justice setelah korban memaafkan pelaku dan memilih jalur damai. Penyelesaian tersebut ditempuh dengan mempertimbangkan nilai kerugian yang relatif kecil, hubungan kekeluargaan antara kedua belah pihak, serta aspek kemanusiaan yang melatarbelakangi peristiwa tersebut.

Kasus bermula dari laporan masyarakat pada Kamis (6/8/2026) terkait dugaan pencurian di kebun jagung milik Samsi, warga Desa Ngepringan, Kecamatan Jenar. Menindaklanjuti laporan tersebut, anggota Polsek Jenar segera mendatangi lokasi, mengamankan seorang terduga pelaku beserta barang bukti berupa setengah karung jagung.

Dari hasil pemeriksaan, pelaku berinisial NF (25), warga Kecamatan Jenar, mengakui telah mengambil sekitar setengah karung jagung basah dari kebun milik korban. Perbuatan itu dilakukan beberapa hari sebelumnya dan baru diketahui saat jagung hendak dibawa pada Kamis pagi.

Alih-alih membawa perkara ke proses peradilan, Polsek Jenar memilih mengedepankan penyelesaian melalui restorative justice dengan mempertemukan korban, pelaku, keluarga kedua belah pihak, Kepala Desa Ngepringan, perangkat desa, serta tokoh masyarakat di Mapolsek Jenar.

Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari melalui Kapolsek Jenar AKP Widarto menjelaskan, langkah tersebut diambil setelah mempertimbangkan sejumlah aspek, di antaranya nilai kerugian yang tergolong ringan, adanya hubungan kekerabatan antara korban dan pelaku, serta kesediaan kedua belah pihak untuk menyelesaikan perkara secara damai.

"Pelaku mengakui perbuatannya dan proses penyelesaian dilakukan melalui musyawarah dengan melibatkan seluruh pihak terkait. Korban bersedia menyelesaikan perkara secara damai sehingga disepakati penyelesaian melalui restorative justice," ujar AKP Widarto.

Dari pendalaman yang dilakukan penyidik, pelaku mengaku nekat mengambil jagung karena alasan ekonomi. Ia menyebut hasil penjualan jagung rencananya akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga, termasuk menafkahi bayi perempuan yang menjadi tanggungannya.

Meski demikian, Kapolsek menegaskan bahwa kondisi ekonomi tidak dapat dijadikan alasan pembenar untuk melakukan tindak pidana. Menurutnya, penyelesaian melalui keadilan restoratif merupakan bentuk penegakan hukum yang tetap mengedepankan rasa keadilan, kemanfaatan, serta pemulihan hubungan sosial terhadap perkara tertentu yang memenuhi persyaratan sesuai ketentuan hukum.

"Restorative justice bukan berarti mengabaikan penegakan hukum, tetapi menjadi upaya memulihkan hubungan antara korban dan pelaku pada perkara yang memenuhi syarat serta telah tercapai kesepakatan bersama," jelasnya.

Melalui musyawarah yang berlangsung di Mapolsek Jenar, korban menyatakan bersedia memaafkan pelaku dan menyepakati penyelesaian perkara secara kekeluargaan. Kesepakatan tersebut juga disaksikan keluarga kedua belah pihak, pemerintah desa, dan tokoh masyarakat.

Dengan tercapainya perdamaian, perkara dugaan pencurian jagung tersebut resmi diselesaikan melalui mekanisme restorative justice. Kepolisian berharap penyelesaian ini mampu menjaga keharmonisan hubungan masyarakat sekaligus menjadi pembelajaran agar peristiwa serupa tidak terulang.

Polres Sragen juga mengimbau masyarakat untuk tetap menyelesaikan setiap persoalan sesuai ketentuan hukum dan segera melaporkan dugaan tindak pidana kepada aparat kepolisian agar dapat ditangani secara profesional.

Editor : Joko Piroso

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut