get app
inews
Aa Text
Read Next : Viral Chat Guru-Siswi di Blora, Bupati Pastikan Guru Dinonaktifkan

Blora Ditarget Jadi Percontohan Pertanian Organik di Jawa Tengah

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:07 WIB
header img
Bupati Blora Arief Rohman saat menghadiri Muktamar Petani Nahdliyyin di Semarang dan mendorong pengembangan pertanian organik di Blora.Foto:iNews/Heri P

BLORA, iNewsSragen.idBupati Blora Arief Rohman mendorong pertanian organik untuk memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani. Blora ditargetkan menjadi salah satu daerah percontohan pertanian organik di Jawa Tengah.

Hal itu disampaikan Arief saat menjadi narasumber dalam Muktamar Petani Nahdliyyin yang digelar Lembaga Pengembangan Pertanian (LPP) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) bersama LPP NU dan jaringan petani Nahdliyin di Pesantren Al-Itqon, Desa Tlogosari Wetan, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang, Senin (10/8/2026).

Forum tersebut menjadi ruang konsolidasi petani Nahdliyin untuk membahas penguatan ekosistem pertanian dari sektor hulu hingga hilir sekaligus bagian dari rangkaian persiapan menuju Muktamar ke-35 NU.

Dalam paparannya, Arief menyebut pertanian memiliki peran strategis bagi Kabupaten Blora. Produksi Gabah Kering Giling (GKG) Blora pada 2025 tercatat 530.818 ton, meningkat 106.407 ton atau 25,07 persen dibandingkan 2024 yang mencapai 424.411 ton.

Produktivitas juga meningkat menjadi 50,98 kuintal per hektare atau naik 0,96 kuintal per hektare dibandingkan tahun sebelumnya. Produksi beras Blora pada 2025 turut meningkat menjadi sekitar 305.252 ton, naik 61.190 ton atau 25,07 persen dari sekitar 244.062 ton pada 2024.

Menurut Arief, capaian tersebut menjadi modal untuk memperluas pengembangan pertanian organik di Blora.

"Kami ingin Blora menjadi salah satu sentra pertanian organik di Jawa Tengah," kata Arief.

Ia menilai pertanian organik tidak sekadar berkaitan dengan metode budidaya, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga kualitas tanah, mengurangi ketergantungan terhadap bahan kimia, serta menghasilkan pangan yang lebih sehat.

Pemkab Blora sebelumnya telah menjalin kerja sama dengan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Blora untuk mendorong pengembangan pertanian organik. Kerja sama tersebut ditandatangani pada 15 Juli 2025 di Gedung PWNU Jawa Tengah.

Sebagai langkah konkret, Arief mendorong setiap desa menyediakan sedikitnya satu hektare lahan bengkok sebagai lokasi percontohan pertanian organik.

"Kalau satu desa bisa menyediakan satu hektare, tentunya di Blora ini ada 295 desa/kelurahan yang bisa ada juga 295 hektare pertanian organik," ujarnya.

Pemkab Blora juga menjajaki kerja sama dengan sejumlah BUMN, termasuk Pertamina, untuk mendukung pendampingan dan pembinaan petani.

Arief berharap LPPNU dapat menjadi penggerak pengembangan pertanian organik di tingkat desa. Kader NU yang bergerak di sektor pertanian juga diharapkan dapat menjadi pelopor penerapan pertanian ramah lingkungan dan berkelanjutan.

"Blora harus menjadi kabupaten percontohan di bidang pertanian organik," tegasnya.

Bawa Beras Organik Blora

Dalam forum tersebut, Arief turut membawa produk Beras Organik Sehati dari Rumah Produksi & Packing Beras Organik SEHATI di Dukuh Denguk, Desa Andongrejo, Kecamatan Blora.

Unit produksi tersebut dikelola Koperasi PCNU "Berkah Jagat Nusantara" dengan dukungan CSR Bank Jateng berupa mesin oven, rice milling, dan mesin packing.

Produk tersebut menjadi salah satu contoh pengembangan pertanian organik dari sisi budidaya hingga pengolahan dan pemasaran. Rantai tersebut diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi petani.

Sementara itu, Rais Syuriyah PWNU Jawa Tengah KH Ubaidullah Shodaqoh mengatakan Muktamar Petani Nahdliyyin lahir dari kegelisahan bersama terhadap kondisi petani, khususnya warga NU yang menggantungkan kehidupan pada sektor pertanian.

Menurutnya, forum tersebut menjadi wadah bagi petani Nahdliyin untuk berkumpul, menyampaikan aspirasi, dan memperjuangkan kepentingan petani.

"Kegiatan ini adalah kegelisahan kita semua. Muktamar petani ini merupakan wadah petani-petani jamiyah NU yang berdaulat dan merdeka," ujarnya.

Forum tersebut diharapkan dapat memperkuat posisi petani sekaligus mendorong terbentuknya ekosistem pertanian berkelanjutan, mulai dari produksi, pengolahan hingga pemasaran hasil pertanian.

Editor : Joko Piroso

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut