Siswa SMP di Bantul Dibekali Literasi Digital, Waspadai FOMO hingga Cyberbullying
Sementara itu, Ketua Ruang Kolaborasi Pemuda sekaligus Ketua Yayasan Pendidikan Adarma Nusantara, Muhammad Asruri Faishal Alam, menyoroti tantangan lain yang muncul seiring meningkatnya aktivitas anak dan remaja di ruang digital.
Menurutnya, internet memberikan kemudahan memperoleh informasi secara cepat. Namun, penggunaan yang tidak terkontrol juga dapat menghadirkan apa yang disebut sebagai “kebisingan digital”.
Salah satunya berupa kebiasaan membandingkan diri dengan gambaran kehidupan orang lain di media sosial. Kondisi tersebut dapat membuat seseorang menetapkan standar diri berdasarkan gambaran yang belum tentu mencerminkan kehidupan sebenarnya.
Selain itu, terdapat fenomena fear of missing out (FOMO), yakni kekhawatiran tertinggal informasi, tren, atau aktivitas yang dilakukan orang lain. Tekanan untuk terus mengikuti perkembangan tersebut dapat membuat pengguna merasa harus selalu terhubung dengan media sosial.
Tantangan lainnya adalah information overload, ketika seseorang menerima terlalu banyak informasi dalam waktu bersamaan sehingga sulit memilah mana informasi yang relevan dan dapat dipercaya.
Asruri juga mengingatkan pentingnya mengatur waktu penggunaan perangkat digital. Penggunaan layar secara berlebihan dapat berdampak pada pola istirahat dan keseimbangan aktivitas sehari-hari.
Karena itu, siswa tidak hanya membutuhkan kemampuan menggunakan teknologi, tetapi juga kemampuan mengendalikan diri dan mengambil keputusan secara bertanggung jawab ketika berada di ruang digital.
Editor : Joko Piroso