get app
inews
Aa Text
Read Next : Relawan Dapur SPPG Seso Jepon Blora Semarakkan HUT RI dengan Lomba Unik

Warga Desa Tobo Blora Krisis Air Bersih, Dua Tangki Bantuan PMI Ludes Kurang dari Sejam

Rabu, 19 Agustus 2026 | 19:22 WIB
header img
Warga Desa Tobo, Kecamatan Jati, Blora, mengantre mendapatkan bantuan air bersih dari PMI saat krisis air melanda wilayah tersebut. Foto: iNews/Heri P

BLORA, iNewsSragen.idKrisis air bersih melanda warga Desa Tobo, Kecamatan Jati, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, selama sekitar tiga bulan. Kondisi tersebut membuat warga harus mencari air hingga ke luar desa.

Kondisi sulit mendapatkan air bersih membuat bantuan distribusi air menjadi sangat dinantikan warga. Ketika Palang Merah Indonesia (PMI) Blora menyalurkan dua truk tangki air ke Desa Tobo, warga langsung berdatangan.

Dua tangki air tersebut bahkan habis disalurkan dalam waktu kurang dari satu jam.

Warga mengaku harus menempuh perjalanan sekitar 2 kilometer ke luar desa untuk mendapatkan air bersih. Kondisi itu semakin menyulitkan karena Desa Tobo berada di wilayah pinggiran kawasan hutan.

Salah seorang warga, Endang, berharap distribusi bantuan air bersih dapat terus dilakukan selama kondisi kekurangan air masih berlangsung.

Menurutnya, ketersediaan air menjadi kebutuhan mendesak bagi warga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

PMI Salurkan 46 Tangki Air

Kepala Bidang Penanggulangan Bencana PMI Blora, Eko Wahyudi, mengatakan PMI terus melakukan distribusi air bersih ke sejumlah wilayah yang mengalami dampak kekeringan.

"Sudah sebanyak 46 tangki air bersih kami salurkan ke beberapa desa. Bantuan akan terus dilakukan karena permintaan dari masyarakat cukup banyak," ujar Eko.

Ia mengatakan PMI Blora masih menerima sejumlah permintaan distribusi air bersih dari masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air selama musim kemarau.

Distribusi dilakukan dengan memprioritaskan wilayah yang membutuhkan pasokan air untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Blora, sebanyak 149 desa berpotensi mengalami kekeringan selama musim kemarau 2026.

Kondisi kekurangan air diperkirakan masih terjadi hingga beberapa bulan ke depan. Musim kemarau tahun ini diprediksi berlangsung hingga November 2026.

Situasi tersebut membuat distribusi air bersih menjadi salah satu langkah penanganan yang diperlukan di wilayah rawan kekeringan.

Pemerintah daerah bersama sejumlah lembaga dan organisasi kemanusiaan didorong terus memperkuat distribusi air bersih, terutama ke desa-desa yang mengalami keterbatasan sumber air.

Selain bantuan tangki air, penanganan jangka panjang juga diperlukan untuk memperkuat ketersediaan sumber air dan mengurangi ketergantungan warga terhadap distribusi air saat musim kemarau.

Editor : Joko Piroso

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut